Fakta Ekonomi

CIMB Niaga Catat Pertumbuhan Positif Berkat Kredit dan Digitalisasi

CIMB Niaga melaporkan pertumbuhan kredit dan pembiayaan yang mencapai Rp 242,6 triliun, didorong oleh segmen perbankan korporasi dan digitalisasi. Laba operasional tetap stabil meski menghadapi tantan...

N
Narayana Putra
28 October 2026
2 pembaca
Foto: Edi Yusuf/Republika
Foto: Edi Yusuf/Republika

JAKARTA — CIMB Niaga berhasil mencatat total kredit dan pembiayaan sebesar Rp 242,6 triliun, mengalami peningkatan sebesar 6,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Pertumbuhan ini didorong terutama oleh segmen perbankan korporasi yang tumbuh 15,1 persen yoy, diikuti oleh perbankan komersial yang meningkat 6,4 persen yoy, serta usaha menengah kecil yang naik 1,9 persen yoy.

Dana pihak ketiga CIMB Niaga tercatat sebesar Rp 273,7 triliun, dengan dana murah atau current account and savings account (CASA) mencapai Rp 197 triliun. Pertumbuhan CASA ini mencapai 4,4 persen yoy, sehingga rasio CASA tetap terjaga di angka 72 persen.

Kinerja Keuangan yang Stabil

Presiden Direktur dan CEO CIMB Niaga, Lani Darmawan, menyatakan bahwa perusahaan tetap menjaga kinerja meskipun menghadapi tantangan ekonomi yang dinamis melalui pertumbuhan bisnis, pengelolaan biaya yang disiplin, dan efisiensi operasional. Laba operasional sebelum pencadangan (pre-provision operating profit/PPoP) tercatat stabil di angka Rp 8,2 triliun, sementara pendapatan non-bunga mengalami pertumbuhan sebesar 7,8 persen yoy.

"Fokus kami adalah memperkuat kualitas aset, mendorong pertumbuhan kredit secara selektif, mengoptimalkan komposisi pendanaan, serta meningkatkan pendapatan berbasis komisi yang berkelanjutan, dengan tetap menjaga efisiensi biaya," ungkap Lani dalam laporan kinerja keuangan CIMB Niaga untuk sembilan bulan pertama tahun 2026.

Digitalisasi Mendorong Pertumbuhan Transaksi

Selain itu, akselerasi dalam transaksi digital juga berkontribusi terhadap kinerja perusahaan, terutama melalui aplikasi OCTO. Transaksi QRIS CIMB Niaga tumbuh 69 persen yoy hingga September 2026, menjadi pendorong utama dalam kinerja perbankan digital. Transaksi transfer melalui BI-FAST juga meningkat 38 persen yoy, sementara pembayaran tagihan naik 29 persen yoy. Saat ini, 90 persen transaksi nasabah CIMB Niaga dilakukan melalui kanal digital.

Head of Digital Banking and Contact Center CIMB Niaga, Lusiana Saleh, menjelaskan bahwa QRIS menjadi kanal transaksi digital yang paling banyak digunakan oleh nasabah, diikuti oleh layanan transfer BI-FAST. Dalam rangka mendukung penggunaan transaksi nontunai, CIMB Niaga menyambut baik kebijakan tarif Merchant Discount Rate (MDR) nol persen yang mulai berlaku pada 1 Oktober 2026 untuk kategori pedagang tertentu. Kebijakan dari Bank Indonesia ini diharapkan dapat mendukung perputaran ekonomi dan mendorong aktivitas UMKM, meskipun ada potensi dampak terhadap porsi pendapatan berbasis biaya perusahaan.

Menurut Lusiana, QRIS memiliki peran strategis dalam menjaga loyalitas nasabah dan mendorong penggunaan ekosistem layanan digital CIMB Niaga secara berkelanjutan.

Artikel Terkait