Jakarta, CNN Indonesia -- Dudung Abdurachman, yang menjabat sebagai Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), mengingatkan masyarakat untuk tidak mencampurkan kritik dengan tindakan provokatif, fitnah, atau adu domba yang dapat merusak persaudaraan dalam kehidupan berbangsa. Pesan ini disampaikan melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram resmi KSP.
Dalam video tersebut, Dudung menegaskan bahwa kritik merupakan elemen penting dalam demokrasi, namun harus disampaikan dengan penuh tanggung jawab dan tetap menjaga persatuan. "Jangan samakan kritik dengan provokasi, fitnah, dan adu domba yang dapat merusak persaudaraan kita sebagai bangsa," ujarnya pada hari Jumat (12/6).
Pentingnya Sejarah dan Persatuan
Dudung memulai pesannya dengan mengingatkan perjalanan panjang bangsa Indonesia yang dibangun melalui pengorbanan para pendiri bangsa. Ia menyatakan bahwa Republik Indonesia tidak lahir dari proses yang mudah, melainkan melalui sejarah panjang yang dipenuhi dengan perjuangan, air mata, dan pengorbanan.
Ia juga menyinggung berbagai konflik dan pemberontakan yang pernah dihadapi oleh Indonesia, seperti yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI), Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII), dan Republik Maluku Selatan (RMS), serta berbagai gejolak sosial dan politik di beberapa daerah, termasuk Papua. Menurutnya, peristiwa-peristiwa tersebut menjadi ujian bagi persatuan bangsa.
Ajakan untuk Menjaga Solidaritas
Meskipun menghadapi berbagai tantangan, Dudung menegaskan bahwa Indonesia mampu bertahan berkat fondasi kebangsaan yang kuat, yaitu semangat Bhinneka Tunggal Ika. "Bangsa ini tetap berdiri karena kita memiliki warisan luhur Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa. Berbeda-beda tetapi tetap satu," tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dudung juga mengajak masyarakat untuk lebih bijaksana dalam menyampaikan pendapat dan kritik terhadap pemerintah. Ia menegaskan bahwa pemerintah membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, termasuk kritik terhadap kebijakan yang diterapkan. Menurutnya, kritik harus bersifat membangun dan tidak digunakan untuk memecah belah masyarakat.
Ia juga menggarisbawahi upaya pemerintah dalam menjalankan berbagai program pembangunan, menyebutkan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah berupaya memperkuat Indonesia di berbagai bidang. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan memperkuat solidaritas kebangsaan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi negara. "Mari kita bersama sebagai bangsa Indonesia merapatkan barisan dan merawat persatuan untuk menuju Indonesia Emas 2045," tutupnya.