Corporate Secretary ANTM, Wisnu Danandi Haryanto, mengungkapkan bahwa rencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback masih dalam tahap kajian dan belum mencapai keputusan akhir. Perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar Rp62,71 triliun dan laba Rp6,91 triliun pada Semester I 2026, yang menjadi pertimbangan dalam evaluasi tersebut.
Evaluasi Terhadap Kondisi Pasar
Wisnu menjelaskan bahwa perusahaan terus memantau dinamika pasar modal dan menilai berbagai opsi strategis untuk merespons kondisi yang ada, termasuk kemungkinan buyback sebagai langkah untuk mengoptimalkan struktur modal. Proses evaluasi dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti kondisi pasar, fundamental perusahaan, serta kemampuan finansial yang ada, di samping prioritas pendanaan untuk mendukung operasional dan pengembangan usaha.
Pertumbuhan Kinerja Keuangan yang Positif
Di tengah kajian rencana buyback, ANTM berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan pada Semester I 2026. Pendapatan perusahaan meningkat sebesar 6,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dari Rp59,02 triliun menjadi Rp62,71 triliun. Selain itu, laba yang diperoleh pada periode ini mencapai Rp6,91 triliun, tumbuh 34 persen dibandingkan dengan Rp5,14 triliun pada Semester I 2025.
Wisnu menambahkan bahwa pertumbuhan ini menjadi modal penting bagi perusahaan untuk melanjutkan pengembangan bisnis dan mempertahankan kepercayaan dari para pemegang saham. "Kinerja ini menjadi modal strategis bagi ANTM untuk melanjutkan pertumbuhan bisnis, menjaga ketahanan industri nasional, dan menjaga kepercayaan pemegang saham. Ke depan, kami akan terus mengoptimalkan potensi bisnis yang dimiliki serta memastikan tata kelola perusahaan berjalan dengan baik, terukur dan bertanggung jawab," ujarnya.
ANTM mengelola portofolio bisnis yang mencakup emas, nikel, dan bauksit, dan berkomitmen untuk fokus pada optimalisasi operasional yang bernilai tambah tinggi serta pengembangan usaha yang berkelanjutan guna memperkuat daya saing industri pertambangan di Indonesia.