Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengalami penurunan drastis sebesar 14 persen, yang mengakibatkan masuknya saham tersebut ke dalam kategori Auto Rejection Bawah (ARB) pada perdagangan sesi I, Senin, 28 September 2026. Penurunan ini disebabkan oleh penerapan aturan baru dari Bursa Efek Indonesia yang menetapkan batas harga minimum saham menjadi Rp1.
Berdasarkan data dari Stockbit, saham GOTO jatuh hingga 7 poin, mencapai level Rp43 per lembar. Di tengah kondisi ini, antrean jual untuk saham GOTO juga meningkat pesat, menembus angka 1 miliar lot hingga sesi I. Muhammad Nafan Aji, Senior Technical Analyst dari PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menjelaskan bahwa penurunan ini terjadi setelah perubahan batas harga saham yang sebelumnya ditetapkan pada Rp50.
Risiko Volatilitas Jangka Pendek
Nafan menyatakan bahwa situasi ARB yang dialami oleh saham GOTO sebaiknya dipandang sebagai risiko volatilitas jangka pendek akibat proses penemuan harga setelah penghapusan batas minimum Rp50, dan tidak semata-mata sebagai indikasi bahwa fundamental perusahaan memburuk. Ia menambahkan bahwa perbaikan kinerja GOTO tetap menjadi faktor yang dapat mendukung stabilisasi jika tekanan jual mulai berkurang.
Indikator Teknikal dan Fundamental
Menurut Nafan, meskipun ada tekanan jual, hal itu lebih bersifat teknikal karena terbukanya ruang untuk penurunan harga. Ia menyarankan agar investor memperhatikan keseimbangan antara penawaran dan permintaan serta pembentukan level support baru. Selain itu, beberapa indikator teknikal seperti perkembangan bid-offer, volume transaksi, dan kemampuan harga saham untuk membentuk level support baru juga perlu dicermati.
Dari sisi fundamental, Nafan menekankan bahwa kinerja GOTO masih menunjukkan tanda-tanda perbaikan, yang terlihat dari laba bersih sebesar Rp252 miliar pada kuartal II 2026 dan adjusted EBITDA yang telah mencapai Rp1 triliun. Ia menegaskan bahwa saat ini, ARB lebih tepat dilihat sebagai sinyal meningkatnya risiko volatilitas, dengan peluang pemulihan yang dapat dinilai lebih objektif setelah tekanan jual mereda dan proses penemuan harga terbentuk.