Tuesday, 05 May 2026
Fakta Pendidikan

Apakah Pujian Berlebihan Dapat Memicu Narsisme pada Anak? Simak Risikonya

Pujian berlebihan kepada anak berpotensi menciptakan sifat narsistik. Artikel ini membahas dampak psikologis dari pujian yang tidak terukur.

A
Agustinus Jaya Wiratama
04 April 2026 14 pembaca
Apakah Pujian Berlebihan Dapat Memicu Narsisme pada Anak? Simak Risikonya
detik.com Sumber: detik.com

Pujian yang berlebihan dapat berkontribusi pada perkembangan sifat narsistik pada anak. Hal ini menjadi perhatian bagi para orang tua dan pendidik, karena sifat narsistik berkaitan dengan kurangnya empati dan kebutuhan berlebihan akan pengakuan. Situasi ini menimbulkan pertanyaan penting: apakah pujian yang tulus tetap akan bermanfaat jika disampaikan secara berlebihan?

Menurut para ahli psikologi, pujian yang tepat dapat meningkatkan rasa percaya diri anak. Namun, "ketika pujian diberikan tanpa dasar yang jelas, anak mungkin mulai mengembangkan ekspektasi yang tidak realistis tentang diri mereka sendiri," ungkap Dr. Andi Setiawan, seorang psikolog anak. Ia menambahkan bahwa anak yang terus-menerus menerima pujian berlebihan cenderung menganggap bahwa mereka selalu harus menjadi yang terbaik, sehingga menciptakan tekanan yang tidak sehat.

Menurut laporan penelitian yang dilakukan oleh lembaga psikologi terkemuka, kondisi ini tidak hanya mempengaruhi kepribadian anak, tetapi juga hubungan sosial mereka. Anak yang dipuji berlebihan biasanya kesulitan beradaptasi dengan kritik atau kegagalan. Kekecewaan saat menghadapi situasi yang tidak sesuai harapan dapat menyebabkan mereka menarik diri dari interaksi sosial atau bahkan menjadi agresif.

Satu studi yang melibatkan lebih dari seribu anak menunjukkan bahwa mereka yang sering mendapatkan pujian tanpa cara yang tepat cenderung lebih egois dan kurang perhatian terhadap perasaan orang lain. "Mereka merasa bahwa segala sesuatu harus berpusat pada diri mereka dan kurang memiliki motivasi untuk berempati," jelas Dr. Mira Sari, salah satu peneliti dalam studi tersebut.

Orang tua sering kali berupaya memberikan dukungan melalui pujian, tetapi penting untuk menyeimbangkan bentuk pengakuan ini. Pujian yang konkret, seperti mengapresiasi usaha atau proses yang dilakukan anak, dapat lebih efektif daripada sekadar memujinya tanpa alasan. Seorang ibu, Siti, yang memiliki seorang anak berusia tujuh tahun, mengungkapkan, "Saya berusaha untuk memuji usaha anak saya dalam belajar, bukan hanya hasilnya." Pendekatan ini dapat membantu membangun karakter dan ketahanan anak.

Di sisi lain, penting untuk mengenali tanda-tanda perkembangan narsisme. Anak yang mulai menunjukkan perilaku mengabaikan orang lain atau merasa bahwa mereka selalu harus menjadi pusat perhatian membutuhkan perhatian lebih dari orang tua dan pendidik. Mengenal pola ini sejak dini dapat membantu mencegah dampak negatif di masa depan.

Secara keseluruhan, meskipun pujian memiliki peran penting dalam perkembangan anak, batasan tetap diperlukan untuk memastikan bahwa anak tumbuh menjadi individu yang seimbang dan mampu berinteraksi dengan baik dalam masyarakat. Selanjutnya, para ahli mendorong orang tua untuk melakukan pendekatan yang lebih mendalam dalam memberikan pujian, sehingga anak dapat belajar secara efektif tanpa mengembangkan sifat yang merugikan.

Tidak ada tag untuk artikel ini

// Artikel Terkait