Jakarta - Proses penyelidikan terkait hilangnya Jesslyn Wijaya Lay, seorang atlet golf, tengah dilakukan oleh pihak kepolisian setelah ia dilaporkan menghilang saat menghadiri perayaan ulang tahun keluarganya di Jakarta Pusat. Hingga saat ini, korban belum ditemukan.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menjelaskan bahwa penyelidikan mengenai keberadaan Jesslyn masih berlangsung. "Belum, jadi untuk korban masih kami lakukan penyelidikan keberadaannya," ujarnya saat dihubungi pada Selasa (21/7/2026). Roby menambahkan bahwa ada kemungkinan korban berada di luar Jakarta dan pihaknya masih menyelidiki apakah kepergian Jesslyn adalah atas kemauannya sendiri atau terkait dengan penculikan.
Detail Kejadian Penculikan
Menurut Roby, pihak kepolisian masih mendalami kasus ini. "Ada kemungkinan tidak di Kota Jakarta. Namun kami masih melakukan penyelidikan sampai dengan menemukan benarkah peristiwa ini atas kemauan korban atau memang ada dugaan tindak pidana penculikan seperti yang dilaporkan di awal," jelasnya. Tim kepolisian telah memeriksa rekaman CCTV dan mengunjungi rumah korban untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Kuasa hukum keluarga, Andi Darti, menyatakan bahwa dugaan penculikan terjadi pada Senin (13/7) sekitar pukul 19.45 WIB di sebuah restoran di Mangga Besar. Berdasarkan keterangan saksi, sebelum acara ulang tahun dimulai, Jesslyn diduga ditutup matanya dan dibawa oleh dua pria bertubuh besar menuju sebuah mobil berwarna hitam. "Korban sempat berteriak meminta tolong dan berusaha keluar dari kendaraan, namun kemudian kembali dimasukkan ke dalam mobil," ungkap Andi.
Upaya Penyelidikan dan Informasi Terkini
Andi juga menambahkan bahwa hingga kini, Jesslyn tidak dapat dihubungi oleh keluarga maupun teman-temannya, dan telepon seluler yang diduga digunakan oleh korban juga tidak dapat diakses. Pihak kepolisian telah melakukan penelusuran ke beberapa lokasi yang diduga berkaitan dengan keberadaan Jesslyn dan meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Lebih lanjut, ada informasi yang menyebutkan bahwa Jesslyn diduga melakukan perjalanan ke Malaysia melalui Semarang pada 14 Juli 2026. Namun, pelapor juga menerima kabar bahwa perangkat telepon seluler yang diduga milik korban masih terdeteksi di kawasan Puri Jimbaran. Andi menegaskan bahwa semua informasi ini masih perlu didalami oleh penyidik untuk memastikan kebenarannya.