Tuesday, 05 May 2026
Fakta Pendidikan

Bahaya Ikan Sapu-sapu Jika Dikubur Sembarangan Menurut Peneliti

Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian DKI Jakarta telah memusnahkan 10.189 ton ikan sapu-sapu, namun penguburan ikan ini harus dilakukan dengan hati-hati karena kandungan logam berbahaya yan...

U
Ulam Kirana
30 April 2026 15 pembaca
Bahaya Ikan Sapu-sapu Jika Dikubur Sembarangan Menurut Peneliti
detik.com Sumber: detik.com

Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta telah melakukan pemusnahan terhadap 10.189 ton ikan sapu-sapu di lima kota di Provinsi Jakarta. Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan Sidabolok, menjelaskan bahwa pemusnahan dilakukan sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP) yang telah ditetapkan.

Menurut Hasudungan, ikan sapu-sapu yang dimusnahkan harus dipastikan mati terlebih dahulu dengan cara dibelah atau dipatahkan lehernya. Setelah itu, ikan tersebut dimasukkan ke dalam karung yang tertutup rapat untuk kemudian dikubur di lokasi yang telah ditentukan.

Penguburan ikan sapu-sapu ini mendapatkan berbagai tanggapan dari para ahli. Triyanto, Peneliti Ahli Muda dari Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN, menegaskan bahwa penguburan tidak bisa dilakukan sembarangan. Ia menjelaskan bahwa ikan sapu-sapu mengandung logam berat yang terserap dalam jaringan tubuhnya, sehingga meskipun dipindahkan ke air bersih, kandungan logam tersebut tetap ada.

Triyanto menyebutkan bahwa ikan sapu-sapu memiliki mekanisme protein yang dapat mengikat logam berat, sehingga logam tersebut tidak dapat dikeluarkan melalui proses ekskresi. Ia menekankan pentingnya mengubur ikan ini pada kedalaman 1-2 meter di bawah tanah dan memastikan ikan tersebut dikemas dengan baik agar tidak terpapar oksidasi dan tidak mencemari aliran air.

Lebih lanjut, Triyanto juga mengingatkan tentang risiko penggunaan ikan sapu-sapu sebagai pupuk. Ia menjelaskan bahwa logam berat yang ada dalam ikan dapat terserap oleh tanaman jika digunakan sebagai pupuk, sehingga berpotensi kembali ke rantai makanan.

Ia menyarankan agar pupuk dari ikan sapu-sapu sebaiknya digunakan untuk tanaman hias, untuk menghindari risiko kesehatan yang lebih besar. Dengan demikian, pengelolaan ikan sapu-sapu harus dilakukan dengan sangat hati-hati untuk melindungi lingkungan dan kesehatan masyarakat.

// Artikel Terkait