Fakta Nasional

Bakom Tanggapi Lemahnya Komunikasi Publik di Kemendikdasmen

Kepala Bakom, Syahganda Nainggolan, menilai bahwa kinerja Kemendikdasmen belum disampaikan dengan baik kepada publik, yang berdampak pada penurunan kepuasan masyarakat.

F
Fidzu Ardaf
26 October 2026
14 pembaca
Mendikdasmen Abdul Mu'ti memaparkan pencapaian Kemendikdasmen dalam dua tahun di Gedung Kemendikdasmen, Senin (26/10/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
Mendikdasmen Abdul Mu'ti memaparkan pencapaian Kemendikdasmen dalam dua tahun di Gedung Kemendikdasmen, Senin (26/10/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Syahganda Nainggolan mengungkapkan bahwa capaian kerja Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) belum tersampaikan secara efektif kepada masyarakat, disebabkan oleh kelemahan dalam komunikasi publik. Ia menyebutkan bahwa Bakom dan Kemendikdasmen akan berkolaborasi untuk meningkatkan penyampaian informasi mengenai pencapaian pemerintah, terutama setelah adanya penurunan tingkat kepuasan publik yang sebelumnya berada di atas 75 persen, kini menurun menjadi 50 persen.

Syahganda menyatakan, meskipun ia baru menjabat sebagai Kepala Bakom selama tiga minggu, ia sudah mencatat adanya kekurangan dalam komunikasi yang selama ini berlangsung. "Meskipun saya baru tiga minggu jadi Kepala Bakom, saya menemukan ada sedikit kelemahan selama ini dalam komunikasi. Pemerintah sudah bekerja keras, termasuk Kemendikdasmen, tapi di masyarakat tidak terkomunikasikan," ungkapnya saat konferensi pers di Gedung Kemendikdasmen pada Senin, 26 Oktober 2026.

Perbaikan Melalui Kerja Sama

Menurutnya, penting untuk memperbaiki masalah komunikasi ini melalui sinergi antara Bakom dan Kemendikdasmen. Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan berbagai pencapaian pemerintah dapat lebih mudah tersampaikan kepada masyarakat dan mendapatkan pengakuan yang layak. "Oleh karenanya, ke depan, dengan kerja sama Badan Komunikasi dengan Kemendikdasmen, kami bisa bahu-membahu menyampaikan capaian-capaian ini ke masyarakat," jelasnya.

Apresiasi terhadap Program Pendidikan

Syahganda juga menyoroti penurunan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintah. Ia mengungkapkan bahwa setelah berdiskusi dengan para ahli komunikasi, ia menemukan bahwa permasalahan yang ada bukan karena kurangnya kerja, melainkan terkait dengan komunikasi yang kurang efektif. "Setelah saya diskusi dengan para profesor-profesor ahli komunikasi, ini adalah persoalan kita bukan tidak kerja, tapi memang ada persoalan komunikasi," katanya.

Di samping itu, ia memberikan apresiasi terhadap program pendidikan dan perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru, baik yang berstatus aparatur sipil negara (ASN) maupun non-ASN. "Saya berterima kasih dengan kementerian ini karena kementerian inilah satu-satunya jalan buat orang melakukan mobilisasi vertikal. Ya, tidak ada orang miskin bisa menjadi kaya, tidak ada orang bodoh bisa menjadi pintar kalau tidak dibantu dengan program-program pendidikan yang bermutu yang telah dilakukan di sini," tuturnya.

Artikel Terkait