Fakta Nasional

Bantuan Logistik Kemensos Tiba untuk Korban Banjir dan Longsor di Trenggalek

Kementerian Sosial telah mengirimkan bantuan logistik kepada warga yang terkena dampak banjir dan tanah longsor di Trenggalek, Jawa Timur, untuk mendukung penanganan darurat.

F
Fidzu Ardaf
01 November 2026
9 pembaca
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf saat menghadiri Apel Siaga Bencana, Jambore, dan Konsolidasi Relawan Sosial Kebencanaan di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan, Kota Makassar, Senin (26/10/2026) malam. IDN Times/Darsil Yahya
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf saat menghadiri Apel Siaga Bencana, Jambore, dan Konsolidasi Relawan Sosial Kebencanaan di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan, Kota Makassar, Senin (26/10/2026) malam. IDN Times/Darsil Yahya

Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyalurkan bantuan logistik bagi masyarakat yang terdampak oleh bencana banjir dan tanah longsor di beberapa desa di Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Pengiriman bantuan ini dilakukan pada hari Jumat, 30 Oktober 2026, sebagai upaya untuk mendukung penanganan darurat dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat setempat.

Bantuan tersebut dikirimkan melalui Gudang Kemensos yang terletak di Sentra Terpadu Kartini Temanggung. Setelah itu, paket logistik tersebut didistribusikan ke Dinas Sosial Kabupaten Trenggalek untuk diteruskan kepada warga yang membutuhkan.

Koordinasi untuk Penanganan yang Efektif

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Hal ini dilakukan agar bantuan yang diberikan dapat tepat sasaran. "Kemensos terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait agar penanganan berjalan cepat, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat," ungkap Gus Ipul dalam pernyataannya yang dilansir dari laman resmi Kemensos pada Minggu, 1 November 2026.

Dampak Banjir dan Longsor di Wilayah Terdampak

Banjir yang melanda Trenggalek disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur daerah tersebut sejak Kamis, 29 Oktober 2026, hingga Jumat, 30 Oktober 2026. Curah hujan yang tinggi membuat Kali Tengah meluap, sehingga menggenangi beberapa ruas jalan dan area persawahan. Selain itu, hujan berkepanjangan juga memicu tanah longsor di lima desa di Kecamatan Munjungan, yaitu Desa Masaran, Desa Munjungan, Desa Craken, Desa Karangturi, dan Desa Sobo.

Data sementara menunjukkan bahwa sebanyak 38 rumah warga mengalami dampak akibat longsor dengan tingkat kerusakan yang bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Rincian kerusakan mencakup tujuh rumah di Desa Masaran, satu rumah di Desa Munjungan, 21 rumah di Desa Craken, satu rumah di Desa Karangturi, dan delapan rumah di Desa Sobo. Saat ini, tidak ada laporan mengenai korban jiwa atau warga yang terluka. Hanya dua kepala keluarga dari Desa Sobo yang memilih untuk mengungsi ke rumah kerabat terdekat, sementara sebagian besar warga lainnya tetap tinggal di rumah mereka.

Untuk membantu masyarakat dalam masa tanggap darurat, Kemensos mengirimkan berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan rumah tangga, termasuk makanan siap saji dan perlengkapan untuk keluarga serta anak-anak. Gus Ipul juga menekankan pentingnya kolaborasi dari berbagai pihak dalam penanganan bencana. Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat dan daerah perlu bekerja sama dengan aparat keamanan dan masyarakat agar proses penanganan dapat berjalan dengan optimal. "Penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Diperlukan kerja sama dan gotong royong seluruh pihak, mulai dari pemerintah, TNI, Polri, pendamping, hingga masyarakat," tambahnya.

Artikel Terkait