Fakta Pendidikan

Fenomena Menarik di Langit November 2026: Hujan Meteor dan Supermoon

November 2026 akan menjadi bulan yang penuh dengan kejadian astronomi menarik, termasuk hujan meteor dan supermoon yang dapat disaksikan oleh para penggemar langit.

D
Dila Rakasiwi
01 November 2026
6 pembaca
Supermoon. Foto: REUTERS/Esa Alexander
Supermoon. Foto: REUTERS/Esa Alexander

November 2026 menjadi bulan yang sangat menarik bagi penggemar astronomi, di mana berbagai fenomena langit dapat disaksikan sepanjang bulan ini. Fenomena tersebut meliputi hujan meteor, parade planet, serta kemunculan supermoon. Tercatat ada tiga hujan meteor yang akan mencapai puncaknya pada bulan ini.

Selain itu, terdapat juga konjungsi Bulan dengan Mars dan Jupiter, fase Bulan Baru, elongasi barat terbesar Merkurius, serta oposisi Uranus. Berikut adalah penjelasan mengenai fenomena-fenomena tersebut.

Daftar Fenomena Langit di Bulan November 2026

1. Konjungsi Bulan-Mars-Jupiter (2-3 November)
Awal bulan November akan diawali dengan konjungsi antara Bulan, Mars, dan Jupiter. Ketiga planet ini akan terlihat sejajar di ufuk timur sekitar tengah malam pada tanggal 2 hingga 3 November 2026. Pada tanggal 2 November, jarak sudut antara ketiga benda langit tersebut hanya sekitar enam derajat, dan mereka akan semakin tinggi menjelang terbitnya Matahari.

2. Hujan Meteor Taurid Selatan (4-5 November)
Hujan Meteor Taurid Selatan diperkirakan mencapai puncaknya pada malam 4 hingga 5 November 2026. Fenomena ini termasuk dalam kategori hujan meteor dengan intensitas rendah, di mana pengamat dapat melihat sekitar lima meteor per jam dalam kondisi langit gelap. Meskipun jumlah meteor yang terlihat tidak banyak, Taurid Selatan dikenal dengan kemunculan bola api yang terang saat melintasi atmosfer Bumi.

3. Bulan Baru (9 November)
Pada tanggal 9 November 2026, fenomena Bulan Baru akan terjadi. Ini adalah waktu yang tepat bagi pengamat untuk melihat objek langit jauh, seperti Nebula Orion dan Galaksi Andromeda, yang lebih mudah diamati ketika langit gelap dan tidak terganggu oleh cahaya Bulan.

4. Hujan Meteor Taurid Utara (11-12 November)
Hujan Meteor Taurid Utara, yang juga berasal dari keluarga Taurid, akan mencapai puncaknya pada malam 11 hingga 12 November 2026. Sama seperti Taurid Selatan, hujan meteor ini juga menghasilkan sekitar lima meteor per jam, namun dikenal dengan kemunculan bola api yang mencolok. Pengamatan terbaik dapat dilakukan setelah tengah malam ketika rasi Taurus berada di posisi tertinggi di langit.

5. Parade Planet (14-16 November)
Pada pertengahan bulan, tepatnya antara 14 hingga 16 November 2026, akan ada parade planet yang dapat diamati menjelang Matahari terbit. Pada saat itu, Mars dan Jupiter akan terlihat berdekatan di langit selatan, dengan jarak sudut hanya sekitar satu derajat. Selain itu, Merkurius dan Venus juga akan muncul di ufuk tenggara sebelum Matahari terbit, sementara Uranus akan menghiasi langit November, meskipun pengamat memerlukan teleskop atau teropong binokular berkualitas untuk melihatnya.

6. Hujan Meteor Leonid (17-18 November)
Hujan Meteor Leonid akan menjadi fenomena astronomi selanjutnya yang tidak boleh dilewatkan. Hujan meteor ini berlangsung sepanjang November dan diperkirakan mencapai puncaknya pada malam 17 hingga 18 November 2026. Leonid dikenal dengan meteor yang bergerak sangat cepat dan menghasilkan kilatan cahaya yang terang, beberapa di antaranya bahkan menunjukkan warna-warna tertentu saat memasuki atmosfer Bumi.

7. Elongasi Barat Terbesar Merkurius (20 November)
Pada tanggal 20 November 2026, Merkurius akan mencapai posisi elongasi barat terbesarnya. Elongasi adalah kondisi di mana planet tampak berada pada jarak sudut tertentu dari Matahari jika dilihat dari Bumi. Pada saat ini, Merkurius akan berada pada jarak sudut paling jauh dari Matahari, sehingga lebih mudah untuk diamati. Pengamat disarankan menggunakan alat bantu optik untuk melindungi mata.

8. Supermoon (24 November)
Supermoon akan menjadi salah satu fenomena paling menarik pada bulan November 2026, diperkirakan terjadi pada tanggal 24 November dan menjadi supermoon pertama sejak Januari 2026. Supermoon kali ini dikenal sebagai Beaver Supermoon atau Bulan Purnama Berang-berang, terjadi ketika Bulan berada lebih dekat dengan Bumi dibandingkan jarak biasanya. Dalam kondisi ini, Bulan dapat terlihat hingga 30 persen lebih terang dan 14 persen lebih besar dibandingkan ketika berada pada titik terjauhnya dari Bumi.

9. Uranus Berada pada Posisi Oposisi (25-26 November)
Menjelang akhir bulan, Uranus akan mencapai posisi oposisi pada 25 hingga 26 November 2026. Oposisi adalah kondisi ketika sebuah planet berada berseberangan dengan Matahari jika dilihat dari Bumi, membuat planet tersebut lebih optimal untuk diamati. Pengamat disarankan menggunakan teleskop atau teropong binokular berkualitas untuk melihat planet yang dikenal sebagai raksasa es tersebut.

Demikianlah fenomena-fenomena langit yang akan terjadi selama bulan November 2026. Fenomena mana yang paling dinantikan oleh para pengamat langit?

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait