Tuesday, 05 May 2026
Fakta Pendidikan

Biaya UKT Terendah di ITS untuk Jalur SNBT 2026 pada Program Studi Tertentu

Universitas Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menetapkan UKT terendah di jalur SNBT 2026 untuk beberapa program studi, menawarkan peluang lebih terjangkau bagi mahasiswa.

N
Narayana Putra
28 March 2026 20 pembaca
Biaya UKT Terendah di ITS untuk Jalur SNBT 2026 pada Program Studi Tertentu
detik.com Sumber: detik.com

Universitas Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) baru-baru ini mengumumkan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2026. Menariknya, ITS menyediakan tarif UKT terendah di antara lembaga pendidikan tinggi negeri untuk program studi tertentu, yang diharapkan dapat menarik minat lebih banyak calon mahasiswa.

Hasil pengumuman tersebut menunjukkan bahwa biaya UKT paling rendah ditetapkan pada program studi Teknik Informatika, yaitu sebesar Rp 500.000,00. Keputusan ini diambil sebagai upaya untuk mendukung aksesibilitas pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang sosial ekonomi. “Kami percaya bahwa pendidikan seharusnya dapat diakses oleh semua kalangan, dan ini adalah salah satu langkah kami untuk mewujudkannya,” ungkap Rektor ITS, Prof. Dr. Ir. Joni Hermana.

Melalui program ini, ITS berharap dapat memberikan kesempatan kepada lebih banyak calon mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terbebani oleh biaya yang tinggi. Selain Teknik Informatika, beberapa program studi lain juga menawarkan UKT yang relatif rendah, seperti Teknik Elektro dan Teknik Mesin, dengan biaya yang bervariasi. Hal ini tentunya menjadi kabar baik bagi para orang tua dan calon mahasiswa yang menginginkan pendidikan berkualitas tanpa harus menghadapi tekanan biaya yang berlebihan.

Setiap program studi di ITS telah ditetapkan kategori UKT yang berbeda, sesuai dengan kebijakan yang telah dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Penetapan tarif ini mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk biaya operasional program studi dan potensi pendapatan. “Kami ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa merasa nyaman dan tidak terbebani dengan biaya pendidikan. Kami harap hal ini dapat menjadi daya tarik bagi calon mahasiswa,” ujar salah satu pengurus di ITS yang enggan disebut namanya.

Penetapan UKT yang terjangkau ini juga merupakan bagian dari visi ITS untuk menyediakan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Dengan adanya program studi yang menawarkan biaya pendidikan yang kompetitif, ITS berupaya untuk menciptakan lingkungan akademis yang inklusif dan memperluas jangkauan pendidikan tinggi.

Dengan langkah ini, ITS menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan akses pendidikan tinggi di Indonesia. Masyarakat diharapkan akan lebih sadar akan peluang ini dan mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi SNBT mendatang. Pada tahun ini, ITS telah mempersiapkan berbagai program dan pelatihan untuk membantu calon mahasiswa dalam mempersiapkan diri. “Kami akan mengadakan bimbingan belajar dan workshop bagi calon mahasiswa untuk memaksimalkan potensi mereka dalam SNBT,” tambah Rektor.

Kedepannya, ITS berharap untuk terus menerapkan kebijakan yang mendukung pendidikan inklusif dan aksesibel ini, serta terus berinovasi dalam menciptakan program yang sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja. Dengan biaya yang lebih terjangkau, diharapkan lebih banyak orang dapat mengejar pendidikan tinggi di ITS dan berkontribusi pada pembangunan bangsa.

Tidak ada tag untuk artikel ini

// Artikel Terkait