Fakta Ekonomi

Bulog Perkuat Akses Pangan Murah di 38 Provinsi untuk Masyarakat

Perum Bulog melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) Nasional di 38 provinsi untuk memperluas akses pangan terjangkau, bertepatan dengan Hari Pangan Sedunia 2026.

F
Fidzu Ardaf
22 October 2026
21 pembaca
Perum Bulog melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) Nasional yang digelar serentak di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia 2026, Kamis (22/10). (Dok: Bulog)
Perum Bulog melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) Nasional yang digelar serentak di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia 2026, Kamis (22/10). (Dok: Bulog)

Perum Bulog menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan dengan mendukung Gerakan Pangan Murah (GPM) Nasional yang berlangsung serentak di 38 provinsi serta 514 kabupaten/kota. Kegiatan ini dilakukan untuk memperingati Hari Pangan Sedunia 2026 pada Kamis (22/10). GPM Nasional merupakan bentuk sinergi antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pangan dengan harga yang terjangkau, menjaga daya beli, dan mendukung pengendalian inflasi pangan.

Pelaksanaan GPM di Makassar

Di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pelaksanaan GPM Nasional dipusatkan di dua lokasi, yaitu Kantor Kecamatan Tallo dan kawasan PD Pasar Makassar Raya. Dalam kegiatan ini, terdapat 27 tenda yang menjual berbagai komoditas pangan, melibatkan mitra dan pelaku usaha lokal. Selain menyediakan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau, acara ini juga disertai dengan program Bulog Peduli yang menyalurkan 300 paket beras premium serta 1.000 voucher belanja dari ID FOOD.

Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas) Ito Hediarto meninjau langsung pelaksanaan GPM di Makassar bersama Direktur Utama Perum Bulog, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., serta pejabat pemerintah setempat. Dalam kegiatan tersebut, Bulog menyediakan berbagai komoditas pangan, seperti beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), beras premium, Minyakita, dan cabai. Selain itu, gula, minyak goreng, daging ayam, serta kebutuhan pokok lainnya juga tersedia berkat dukungan ID FOOD dan mitra usaha.

Antusiasme Masyarakat dan Harapan untuk Kegiatan Serupa

Menurut Ito Hediarto, pelaksanaan GPM secara serentak menjadi langkah pemerintah untuk memastikan masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau. Ia mencatat bahwa antusiasme masyarakat di Makassar sangat tinggi, terlihat dari banyaknya pengunjung yang hadir sejak pukul 06.00 WITA, lebih awal dari jadwal pembukaan. "Makin sering kita melaksanakan Gerakan Pangan Murah, lebih baik. Mudah-mudahan gerakan ini membantu masyarakat, khususnya yang ada di Makassar, dan umumnya kepada seluruh masyarakat Indonesia," ungkapnya.

Ito juga menambahkan bahwa masyarakat berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan lebih sering. Aspirasi ini menjadi perhatian pemerintah untuk terus memperkuat koordinasi dengan Bulog, ID FOOD, dan BUMN pangan lainnya dalam menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa keberlanjutan program stabilisasi pasokan dan harga pangan juga menjadi fokus pemerintah, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan dukungan penuh BULOG terhadap pelaksanaan GPM Nasional sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan keterjangkauan pangan bagi seluruh lapisan masyarakat. Ia menyatakan bahwa penyelenggaraan GPM secara serentak hingga ke tingkat daerah mencerminkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dalam menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. "Kami dari Bulog mendukung penuh program Gerakan Pangan Murah dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia. Gerakan Pangan Murah ini dilaksanakan serentak dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Miangas sampai Pulau Rote, bahkan hingga ke kecamatan-kecamatan, agar dapat dinikmati oleh masyarakat di seluruh Indonesia," jelas Ahmad Rizal Ramdhani.

Sebagai bentuk kepedulian, Bulog melalui program Bulog Peduli menyalurkan 300 paket beras premium dengan kemasan masing-masing 5 kilogram. Bantuan ini dialokasikan sebanyak 100 paket untuk masyarakat di Kecamatan Tallo dan 200 paket untuk masyarakat di Kelurahan Barabaraya Utara serta Kelurahan Maradekaya. Selain itu, ID FOOD juga membagikan 1.000 voucher belanja senilai Rp15.000 per lembar, dengan total nilai Rp15 juta, yang dialokasikan di Kecamatan Tallo dan kawasan PD Pasar Makassar Raya.

Penyelenggaraan GPM di Makassar melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menghadirkan beragam produk pangan lokal dan olahan. Partisipasi ini tidak hanya memperluas pilihan masyarakat, tetapi juga membuka peluang pemasaran bagi pelaku usaha daerah dan mendorong aktivitas ekonomi lokal. Kegiatan ini juga diisi dengan telekonferensi yang menghubungkan pelaksanaan GPM di berbagai kota sebagai bentuk penguatan koordinasi nasional dalam menjaga keterjangkauan pangan.

Dalam kesempatan yang sama, Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan kesiapan BULOG untuk melaksanakan penugasan penyaluran Bantuan Pangan Beras Tahap III untuk alokasi Oktober, November, dan Desember 2026. Penugasan tersebut telah diterima Bulog, dan mereka sudah mempersiapkan beras serta kemasan untuk mendukung kelancaran distribusi. Saat ini, Bulog menunggu data penerima bantuan dari Kementerian Sosial sebagai dasar pelaksanaan penyaluran kepada masyarakat yang berhak. "Suratnya sudah keluar. Untuk kemasan dan berasnya juga sudah siap semuanya. Tinggal menunggu nama-nama penerima yang belum kami terima dari Kementerian Sosial. Mudah-mudahan dalam minggu-minggu ke depan sudah bisa keluar dan segera kita salurkan," jelas Ahmad Rizal Ramdhani.

Lebih lanjut, Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa kesiapan tersebut merupakan bagian dari komitmen Bulog dalam menjalankan penugasan pemerintah, baik melalui pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), penyaluran beras SPHP, maupun pelaksanaan bantuan pangan. Melalui berbagai program tersebut, Bulog berupaya menjaga kesinambungan pasokan beras di masyarakat, terutama menjelang akhir tahun ketika kebutuhan pangan cenderung meningkat.

Penyelenggaraan GPM Nasional pada Hari Pangan Sedunia 2026 mengusung tema "Berinovasi Kini, Menjaga Pangan Masa Depan," yang menekankan pentingnya kolaborasi dan keberlanjutan dalam pengelolaan pangan. Melalui kegiatan ini, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan berupaya memastikan manfaat program stabilisasi pangan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, serta memperkuat koordinasi dalam menjaga pasokan dan harga pangan di berbagai wilayah Indonesia. Ke depan, Perum Bulog akan terus mengoptimalkan perannya melalui penguatan pengelolaan stok, kelancaran distribusi, serta pelaksanaan berbagai program stabilisasi pangan sesuai penugasan pemerintah. Sinergi bersama Bapanas, ID FOOD, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan tetap terjaga, melindungi daya beli masyarakat, serta mendukung terwujudnya ketahanan pangan Indonesia yang tangguh dan berkelanjutan.

suara.com Sumber: suara.com

Artikel Terkait