Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal memberikan apresiasi kepada Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Barat atas kontribusinya dalam pendidikan karakter anak. Ia menyatakan komitmennya untuk mendukung aspirasi yang berkaitan dengan stunting, pendidikan, kesehatan, serta perlindungan sosial.
Perhatian Terhadap Isu Strategis
Muslimat NU Jawa Barat mengajukan beberapa rekomendasi, termasuk evaluasi regulasi pendidikan, peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru, serta penguatan hubungan antara pendidikan vokasi SMK dan kebutuhan industri. Mereka juga mendesak adanya audit independen terhadap Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar bantuan sosial dapat tepat sasaran, serta pemerataan akses Puskesmas dan RSUD, khususnya di wilayah selatan Jawa Barat.
Cucun mengungkapkan, “Usulan-usulannya, rekomendasi-rekomendasinya betul-betul memikirkan bagaimana perkembangan tata kelola pemerintahan dan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dan kepentingan masyarakat, terutama mengenai stunting, dunia pendidikan, dan kesehatan.” Pernyataan tersebut disampaikan setelah audiensi dengan Pimpinan Wilayah Muslimat NU Jawa Barat di Ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta.
Pentingnya Peran Ibu dalam Pendidikan Karakter
Cucun menekankan bahwa peran kaum ibu dari Muslimat NU sangat krusial dalam membentuk karakter generasi muda. Ia berpendapat bahwa pendidikan karakter tidak hanya terjadi di sekolah, tetapi juga melalui pendampingan anak dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga dan masyarakat. “Inilah ibu-ibu Muslimat Nahdlatul Ulama dari Provinsi Jawa Barat yang hari ini mengunjungi Gedung DPR RI untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait tata kelola kehidupan berbangsa dan bernegara,” tuturnya.
Di samping itu, Cucun juga menyoroti berbagai masalah dalam pelayanan publik yang masih menjadi keluhan masyarakat, terutama terkait program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan dan pendataan kesejahteraan sosial. Ia menegaskan bahwa aspirasi tersebut perlu ditindaklanjuti melalui fungsi pengawasan dan legislasi DPR RI agar kebijakan pemerintah semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat. “Pendidikan, kemudian juga mengenai kesehatan, menjadi catatan penting yang harus kita selesaikan,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Cucun juga mengapresiasi peresmian Rumah Sakit Muslimat pertama di Tasikmalaya. Ia berharap kehadiran fasilitas kesehatan ini dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dan mendorong pengembangan fasilitas serupa di daerah lain di Jawa Barat. “Saya apresiasi karena sudah hadir sekarang Rumah Sakit Muslimat pertama di Tasikmalaya. Semoga di setiap kabupaten/kota lahir rumah sakit-rumah sakit Muslimat di Jawa Barat,” tambahnya.
Pada audiensi tersebut, Sekretaris Muslimat NU Jawa Barat bersama jajaran pengurus, termasuk Ketua Muslimat NU Jawa Barat Dr. Hj. R. Ella Giri Komala, menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis di bidang pendidikan, perlindungan sosial, dan kesehatan. Dalam bidang pendidikan, mereka mendorong Pemerintah Pusat dan DPR RI untuk melakukan audit serta evaluasi terhadap peraturan dan surat edaran yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan di Jawa Barat agar selaras dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) dan Standar Nasional Pendidikan.
Muslimat NU Jawa Barat juga mendorong peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru melalui pengangkatan guru honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), pemberian insentif daerah yang sesuai dengan upah minimum regional (UMR), serta pelatihan berbasis kompetensi dan teknologi setiap enam bulan. Selain itu, mereka mengusulkan penguatan keterkaitan antara pendidikan vokasi, khususnya sekolah menengah kejuruan (SMK), dan kebutuhan industri.
Di sektor perlindungan sosial, Muslimat NU Jawa Barat meminta DPR RI untuk mendorong Kementerian Sosial melakukan evaluasi menyeluruh dan audit independen terhadap algoritma, variabel, serta indikator kemiskinan dalam sistem DTKS. Langkah ini dianggap penting agar pendataan penerima bantuan sosial lebih akurat dan mencerminkan kondisi ekonomi keluarga secara realistis.
Sementara itu, dalam bidang kesehatan, Muslimat NU Jawa Barat menekankan pentingnya pemerataan akses dan penguatan fasilitas Puskesmas serta rumah sakit umum daerah (RSUD), terutama di wilayah selatan Jawa Barat yang mencakup Garut Selatan, Tasikmalaya Selatan, Sukabumi Selatan, dan Cianjur Selatan. Rekomendasi-rekomendasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan tindak lanjut bagi DPR RI dan pemerintah dalam memperkuat kualitas pelayanan publik serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.