Fakta Ekonomi

Dampak El Nino Terhadap Pembangkit Listrik di Sulawesi

Fenomena El Nino menyebabkan penurunan kapasitas pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Sulawesi Selatan hingga 650 MW, memaksa PLN mencari sumber energi alternatif untuk memenuhi kebutuhan listrik.

F
Fidzu Ardaf
22 September 2026
40 pembaca
Ilustrasi dampak El-Nino - Seorang warga mengamati kondisi Waduk Gembong yang volume airnya menyusut akibat musim kemarau di Pati, Jawa Tengah, Senin (14/9/2026). [ANTARA FOTO/Nirza/app/wsj]
Ilustrasi dampak El-Nino - Seorang warga mengamati kondisi Waduk Gembong yang volume airnya menyusut akibat musim kemarau di Pati, Jawa Tengah, Senin (14/9/2026). [ANTARA FOTO/Nirza/app/wsj]

Fenomena El Nino telah memberikan dampak signifikan terhadap operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Sulawesi Selatan, dengan penurunan kapasitas mencapai sekitar 650 megawatt (MW) akibat berkurangnya debit air. PT PLN (Persero) berupaya mengatasi masalah ini dengan mengandalkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan sistem penyimpanan energi baterai.

Penurunan Kapasitas PLTA

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa kondisi El Nino menyebabkan penurunan kapasitas PLTA di berbagai wilayah, termasuk Sulawesi Selatan. "Memang dengan ada kondisi El Nino ini untuk PLTA itu kapasitasnya itu menjadi sangat berkurang. Sebagai contoh di Sulawesi bagian selatan itu berkurang sekitar 650 MW," ujarnya dalam acara Electricity Connect 2026 di Tangerang Selatan, Banten, pada Selasa (22/9/2026).

Akibat penurunan kapasitas ini, PLN harus mencari sumber energi alternatif untuk menjaga pasokan listrik, terutama di musim kering. Salah satu solusi yang diusulkan adalah meningkatkan penggunaan PLTS yang dilengkapi dengan sistem penyimpanan energi baterai. "Sehingga pada waktu musim kering, sehingga tambahan energi dari pembangkit listrik tenaga surya dengan battery energy storage system," tambahnya.

Tantangan di Wilayah Lain

Tekanan yang disebabkan oleh El Nino tidak hanya dirasakan di Sulawesi, tetapi juga di Kalimantan. Darmawan menyatakan bahwa PLN sedang melakukan perbaikan dalam tata kelola dan menangani berbagai masalah yang ada pada pembangkit di wilayah tersebut. "Kami hadapi satu persatu. Kemudian juga ada tata kelola yang kami perbaiki sehingga ada beberapa daerah, termasuk di Kalimantan ini, sedang kami selesaikan satu persatu. Termasuk beberapa pembangkit," jelasnya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, juga mengakui bahwa El Nino berdampak pada pembangkit listrik berbasis air. Penurunan debit air menyebabkan produksi listrik PLTA tidak dapat mencapai kapasitas maksimal. "Pasti menghasilkan listrik yang tidak maksimal. Itu yang terjadi di beberapa wilayah yang memakai PLTA," ungkap Bahlil.

Menurut Bahlil, pemerintah bersama PLN terus berupaya menangani permasalahan ini secara bertahap. Namun, situasi ini menunjukkan bahwa pembangkit yang bergantung pada ketersediaan air akan menghadapi tantangan saat musim kering dan fenomena El Nino terjadi. "Itu yang terjadi di beberapa wilayah yang memakai PLTA. Dan perlahan-lahan sudah mulai bisa diatasi. Ini memang kondisi yang kita harus memenuhi," tutupnya.

suara.com Sumber: suara.com

Artikel Terkait