RANS Carnival yang direncanakan berlangsung pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami pembatalan besar-besaran. Enam musisi terkenal yang seharusnya tampil mengundurkan diri, menyebabkan kerugian finansial yang signifikan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pekerja kreatif lokal yang telah menginvestasikan modal besar untuk acara tersebut.
Pembatalan ini terjadi di tengah polemik yang melibatkan figur publik Raffi Ahmad, yang berujung pada keputusan enam musisi, yaitu Guyon Waton, Masdddho, OM Wawes, Tipe-X, Fourtune, dan RFRNDS, untuk tidak tampil. Pengumuman pengunduran diri mereka disampaikan melalui media sosial menjelang hari pelaksanaan festival. Manajemen Guyon Waton mengungkapkan permohonan maaf kepada publik dan menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil demi menjaga keamanan dan kenyamanan bersama, serta menghindari potensi kesalahpahaman di masyarakat. Penyanyi Masdddho juga menekankan bahwa musik seharusnya tidak hanya dianggap sebagai hiburan, tetapi juga harus menghargai suara masyarakat.
Dampak Ekonomi terhadap Pelaku UMKM
Akibat dari pembatalan ini, sektor ekonomi kerakyatan, khususnya pelaku UMKM kuliner, merasakan dampak yang cukup berat. Banyak dari mereka yang sebelumnya berharap mendapatkan keuntungan dari keramaian festival kini menghadapi ketidakpastian. Dengan keputusan untuk menarik diri dari acara, stok produk yang telah diproduksi dalam jumlah besar terancam terbuang. Salah satu contoh adalah seorang pedagang donat yang memproduksi sekitar 2.000 donat khusus untuk dijual selama festival, yang mencerminkan besarnya modal yang telah dikeluarkan untuk bahan baku dan tenaga kerja.
Dengan masa kedaluwarsa yang singkat untuk produk kuliner, para pedagang harus cepat mendistribusikan ribuan porsi makanan tanpa memiliki jaringan pelanggan yang memadai. Selain sektor kuliner, banyak pembuat konten dan pekerja kreatif independen juga memilih untuk mundur. Keterlibatan dalam acara publik sangat berpengaruh terhadap portofolio dan reputasi mereka, sehingga menarik diri menjadi langkah yang diambil untuk melindungi citra dan kelangsungan karier mereka.
Inisiatif Solidaritas 'Warga Bantu Warga'
Di tengah ancaman kerugian yang melanda para pedagang kecil, muncul inisiatif sosial bernama "Warga Bantu Warga" yang viral di Yogyakarta. Melalui berbagai platform media sosial seperti X, Threads, dan Instagram, masyarakat secara aktif menggalang solidaritas ekonomi dengan mengajak orang-orang untuk membeli produk UMKM yang terdampak.
Warga Yogyakarta berkolaborasi untuk membantu melariskan dagangan para pelaku UMKM dengan memborong produk mereka di luar area acara utama. Beberapa merek lokal yang mendapatkan dukungan dari aksi ini antara lain Donutsbun.co, yang berhasil mendistribusikan lebih dari 2.000 donat, Kalapaa.id dan Jeruk Lokal Maguwoharjo yang menyediakan minuman segar, serta Brokiss Jogja dan Ayam Tetanggamu yang juga mendapatkan perhatian dari masyarakat.
Inisiatif ini menunjukkan betapa pentingnya solidaritas dalam menghadapi tantangan ekonomi, serta kepedulian masyarakat terhadap keberlangsungan usaha kecil di tengah situasi yang sulit.