Tuesday, 05 May 2026
Fakta Nasional

Detik-detik Pembunuhan Sadis Terhadap Lansia di Pekanbaru Terekam CCTV

Seorang wanita berusia 60 tahun, Deniwati Boru Sitio, ditemukan tewas diduga dibunuh secara brutal di rumahnya di Pekanbaru, Riau, dengan kejadian tersebut terekam oleh kamera CCTV.

S
Stevani Nila Wardana
01 May 2026 13 pembaca
Detik-detik Pembunuhan Sadis Terhadap Lansia di Pekanbaru Terekam CCTV

Pekanbaru - Deniwati Boru Sitio, seorang wanita berusia 60 tahun, ditemukan tewas di rumahnya yang terletak di Jalan Kurnia, Kelurahan Limbungan, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau. Dugaan pembunuhan yang dialaminya terjadi secara sadis dan terekam oleh kamera CCTV yang terpasang di rumahnya.

Dalam rekaman CCTV yang beredar, terlihat sebuah mobil hitam yang parkir di depan rumah korban. Seorang wanita berpakaian kaus hitam memasuki rumah, diikuti oleh wanita berjaket hoodie dan dua pria. Tak lama setelah itu, korban keluar dari kamar dan menyambut wanita berpakaian kaus hitam tersebut. Mereka terlihat berbincang, namun situasi berubah ketika salah satu pelaku pria yang mengenakan kaus abu-abu dan masker tiba-tiba menyerang korban dengan balok kayu. Korban dipukul berkali-kali hingga terjatuh, sementara pelaku sempat melihat ke arah kamera CCTV sebelum merusak perangkat tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, mengonfirmasi bahwa pembunuhan ini terjadi pada Rabu, 29 April, sekitar pukul 11.00 WIB. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini. Kombes Pandra menyatakan bahwa berdasarkan rekaman CCTV, terdapat indikasi kuat bahwa korban telah dibunuh.

Menurut penjelasan Kombes Pandra, Deniwati memiliki empat orang anak, di antaranya Arnold, Irfan, dan Rutnah. Ia juga mengungkapkan bahwa menantu korban, yang menikah pada tahun 2022, tidak tinggal di rumah dan hanya berkomunikasi dengan korban setelah pergi dari rumah tersebut.

Pada tanggal 9 April 2026, menantu korban sempat mengunjungi Deniwati. Sebelumnya, pada tanggal 8 April, suami korban, Pak Salmon, merasa terkejut setelah menemukan kamar utama yang telah dibongkar. Hal ini memicu kecurigaan dan mendorong mereka untuk memasang CCTV pada tanggal 9 April.

Pihak kepolisian telah melibatkan berbagai tim teknis, termasuk Inafis dan DVI Polda Riau, untuk mendalami kasus ini. Selain itu, mereka juga memberikan dukungan psikologis kepada keluarga korban mengingat dampak emosional yang ditimbulkan oleh peristiwa tragis ini.

Motif di balik pembunuhan masih dalam penyelidikan, namun dilaporkan bahwa sejumlah barang berharga milik korban hilang, termasuk cincin, perhiasan, paspor, dan uang sebesar SGD 400.

// Artikel Terkait