Bank Mandiri mengumumkan pembagian dividen sekitar Rp50,63 triliun pada tahun 2026. Hingga bulan Agustus 2026, pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga (DPK) BMRI tercatat mencapai 17,6%. Selain itu, laba bersih dalam delapan bulan pertama tahun 2026 mengalami peningkatan sebesar 22,3%, menunjukkan bahwa ruang untuk ekspansi bisnis masih terbuka lebar.
Kebijakan Dividen yang Menguntungkan
Investor memberikan perhatian lebih kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) berkat kebijakan dividen yang menguntungkan, yang berjalan seiring dengan ekspansi bisnis. Wawan Hendrayana, Kepala Riset Infovesta Utama, menilai kebijakan pembagian dividen Bank Mandiri sangat ramah bagi pemegang saham jika dibandingkan dengan bank-bank besar lainnya. Hal ini terlihat dari rasio pembayaran dividen (payout ratio) untuk tahun buku 2025 yang mencapai sekitar 79% dari laba bersih.
“Payout BMRI termasuk yang paling ramah bagi pemegang saham di bank besar,” ungkap Wawan. Bank Mandiri diketahui telah membagikan dividen sebesar Rp44,47 triliun dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp56,3 triliun. Selain itu, dividen interim untuk tahun 2026 telah ditetapkan sebesar Rp6,16 triliun atau Rp66 per saham. Dengan demikian, total dividen yang telah dibayarkan atau ditetapkan oleh Bank Mandiri untuk tahun 2026 mencapai sekitar Rp50,63 triliun.
Prospek Pertumbuhan yang Positif
Besarnya pembagian dividen ini berkontribusi pada dividend yield BMRI yang berada di level dua digit. Wawan menambahkan bahwa dividen interim sebesar Rp66 per saham juga menunjukkan keyakinan manajemen terhadap kondisi fundamental perusahaan. Kinerja bisnis Bank Mandiri hingga Agustus 2026 juga menunjukkan pertumbuhan yang positif.
Kredit dan DPK bank secara bank only masing-masing tumbuh sekitar 17,6% secara tahunan, sementara laba bersih selama delapan bulan pertama tahun 2026 meningkat 22,3%. “Interim Rp66 per saham ini sinyal bahwa manajemen yakin fundamental kuat. Kredit dan DPK bank only Agustus tumbuh 17,6%, laba delapan bulan 22,3%. Modal dan likuiditas masih longgar, jadi ruang tumbuh tetap ada,” jelas Wawan.
Kondisi ini memberikan Bank Mandiri kesempatan untuk menerapkan dua strategi sekaligus: memberikan imbal hasil yang besar kepada pemegang saham dan tetap mempertahankan kapasitas untuk melakukan ekspansi. Dari segi valuasi, Wawan menilai saham BMRI juga belum tergolong mahal jika dibandingkan dengan konsensus analis. Kombinasi antara dividen besar, pertumbuhan laba, dan ruang ekspansi membuat saham BMRI tetap menarik bagi investor.
“Kalau mencari saham bank yang memberikan dividen jumbo sambil tetap ekspansi, BMRI masih menarik,” tutup Wawan.