Fakta Nasional

DMI dan Masjid Istiqlal Memberangkatkan 26 Marbot untuk Umrah

Dewan Masjid Indonesia (DMI) bersama Masjid Istiqlal dan Danone mengirimkan 26 marbot masjid untuk melaksanakan ibadah umrah ke Tanah Suci. Program ini merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi merek...

F
Fidzu Ardaf
22 September 2026
35 pembaca
DMI dan Masjid Istiqlal Umrahkan 26 Marbot (IDN Times/Ilman Nafi'an)
DMI dan Masjid Istiqlal Umrahkan 26 Marbot (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Dewan Masjid Indonesia (DMI) berkolaborasi dengan Masjid Istiqlal dan Danone memberangkatkan 26 marbot masjid untuk menjalani ibadah umrah ke Tanah Suci. Kegiatan ini didukung oleh Danone Indonesia melalui merek Aqua. Para marbot yang terpilih berasal dari tiga daerah, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Sumatra Barat, dan mereka dijadwalkan berangkat pada 24 September 2026.

Agung Laksamana, General Secretary Director Danone Indonesia, menyatakan bahwa program umrah untuk marbot masjid adalah bentuk penghargaan atas pengabdian mereka dalam menjaga dan merawat masjid. "Hari ini alhamdulillah kita kembali mengantarkan para sahabat kita dari berbagai masjid untuk menunaikan ibadah umrah. Program bersama Dewan Masjid dan juga Masjid Istiqlal kita ini telah memasuki tahun ketiga," ungkap Agung dalam acara Manasik dan Pelepasan Jamaah Umrah Marbot Masjid Indonesia di Masjid Istiqlal Jakarta pada Selasa (22/9/2026).

Proses Seleksi dan Keberangkatan

Program ini telah memberangkatkan sekitar 43 marbot dalam rangkaian sebelumnya, dan tahun ini, sebanyak 26 marbot kembali mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan umrah. Agung menjelaskan bahwa awalnya direncanakan ada 27 calon jemaah, namun satu orang dari Sumatra Barat tidak dapat berangkat karena wilayahnya terdampak banjir. "Namun tadinya harusnya 27, cuma satu dengan sangat berat hati kita harus sampaikan bahwa ada satu jemaah kita yang tidak bisa berangkat karena terjadi banjir di Sumatra Barat," tambahnya.

Agung juga mengajak semua pihak untuk mendoakan masyarakat Sumatra Barat yang sedang menghadapi bencana banjir. Ia menekankan bahwa program umrah bagi marbot bukan hanya sekadar perjalanan ibadah, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka.

Apresiasi terhadap Kerja Sama

Kabid Peribadatan Masjid Istiqlal Jakarta, KH Bukhori Sail Attahiri, memberikan apresiasi terhadap keberlanjutan kerja sama ini. Ia menilai bahwa program umrah bagi marbot memberikan manfaat bagi para pengurus yang setiap hari mengabdikan diri untuk masjid. "Dan juga tentu dari Masjid Istiqlal sangat berterima kasih kepada Danone. Berharap kerja sama ini terus berlanjut dan ditingkatkan. Karena ini sangat bermanfaat bagi marbot Masjid Istiqlal tentunya," jelas Bukhori.

Bukhori juga menjelaskan bahwa istilah marbot berkaitan dengan kata dalam bahasa Arab yang menggambarkan keterikatan seseorang. Menurutnya, para marbot adalah individu yang memiliki keterikatan dengan masjid dan melaksanakan berbagai tugas untuk memastikan aktivitas di dalamnya tetap berjalan. "Nama juga marbut, kira-kira dari bahasa Arab marbudu. Marbut artinya terikat. Jadi orang-orang, kawan-kawan kami yang jadi marbut selalu sahaya ini, selalu terikat dengan masjid," ungkapnya.

Sekretaris Jenderal DMI, KH Rahmat Hidayat, menjelaskan proses pemilihan marbot yang menerima program ini dilakukan bersama sejumlah pihak. DMI melibatkan pengurus wilayah di daerah masing-masing karena mereka lebih memahami marbot yang aktif mengabdi di masjid. "Proses pemilihan marbot, kita lakukan secara bersama-sama kelihatannya ya. Dari Danone, kemudian dengan melibatkan juga para Ketua PW DMI di masing-masing wilayah. Karena mereka yang lebih tahu," jelas Rahmat.

Rahmat menambahkan bahwa pengabdian kepada masjid menjadi salah satu kriteria dalam proses seleksi. Pemilihan dilakukan dengan mempertimbangkan rekam jejak pengabdian para marbot di lingkungan masjid masing-masing. "Tetapi kriterianya adalah yang pengabdiannya, pengabdian pada masjid ya," kata Rahmat.

Ia juga menjelaskan bahwa pemilihan wilayah para marbot memiliki pertimbangan tersendiri, termasuk keberadaan fasilitas produksi Danone serta keterlibatan Masjid Istiqlal. "Kenapa Jawa Barat, ada DKI juga, dan Sumatra Barat. Karena Jawa Barat ini merupakan wilayah paling banyak, pabrik Danone sehingga ada faktor syiar di sana atau kalau dalam bahasa lain ini sebagai bentuk tanggung jawab PT Danone terhadap lingkungannya," tutupnya.

Artikel Terkait