Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengajak sektor swasta untuk berinvestasi dalam industri kelapa sawit dengan tujuan meningkatkan produktivitas, memperkuat hilirisasi, serta menciptakan lapangan kerja yang berkualitas. Ia juga menekankan pentingnya investasi yang menjangkau pekebun rakyat agar mereka dapat mengakses pembiayaan, teknologi, dan pasar yang lebih luas.
Suahasil menegaskan bahwa pengembangan industri sawit tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi saja. Investasi harus mencakup seluruh rantai nilai, mulai dari perkebunan hingga pengolahan produk turunan yang dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian. “Pertanyaan pentingnya bukan hanya seberapa besar modal yang dapat kita mobilisasi. Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah ke mana modal tersebut mengalir dan apa hasil yang dapat dicapai,” ungkap Suahasil dalam acara Plantation360: Mobilizing Private Capital for More and Better Jobs di Bangkok, Thailand.
Pentingnya Sektor Kelapa Sawit bagi Ekonomi
Menurut Suahasil, kelapa sawit memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia, mulai dari mendukung ekonomi perdesaan hingga memenuhi kebutuhan industri pangan dan energi. Indonesia memiliki lebih dari 16,8 juta hektare perkebunan kelapa sawit, di mana sekitar 41 persen dikelola oleh pekebun rakyat. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas pada perkebunan yang sudah ada menjadi salah satu prioritas untuk meningkatkan pendapatan pekebun tanpa menambah tekanan pada kawasan hutan.
Tiga Langkah Mendorong Investasi
Suahasil memaparkan tiga langkah strategis untuk mendorong investasi yang memberikan manfaat lebih luas bagi industri sawit. Pertama, menjadikan keberlanjutan sebagai daya tarik investasi. Pemerintah berupaya mendorong hilirisasi melalui pengembangan produk pangan berbasis pertanian, oleokimia, dan biomaterial, serta investasi dalam teknologi pengolahan dan inovasi produk. Pengembangan energi berbasis sawit juga menjadi bagian dari strategi ini, termasuk implementasi B50, green diesel, dan sustainable aviation fuel (SAF).
Kedua, memperkuat peran pemerintah dan lembaga pembiayaan pembangunan untuk membuka peluang investasi yang belum sepenuhnya dapat dikelola melalui mekanisme pasar. Dukungan dalam bentuk pembagian risiko, bantuan teknis, dan penyiapan proyek diharapkan dapat menarik modal swasta untuk peremajaan perkebunan rakyat, penguatan ketertelusuran rantai pasok, dan pengembangan industri hilir. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit berperan dalam mendukung peremajaan perkebunan rakyat, pengembangan keterampilan, penelitian, dan pembangunan infrastruktur.
Ketiga, pekebun rakyat harus diposisikan sebagai bagian integral dari model bisnis industri sawit. Mereka tidak hanya berfungsi sebagai pemasok bahan baku, tetapi juga perlu diberikan kesempatan untuk berperan lebih dalam pengembangan industri.