Fakta Pendidikan

DPR Serahkan Bantuan Pendidikan untuk Anak Korban Pengeroyokan di Bali

Anggota DPR RI, Dr. I Wayan Sudirta, mengunjungi rumah duka almarhum KD, korban pengeroyokan yang dituduh mencuri ayam, dan memberikan sumbangan untuk pendidikan anak-anaknya.

N
Narayana Putra
30 July 2026
39 pembaca
Sambangi Korban Pengeroyokan Tertuduh ‘Pencuri Ayam’, Wayan Sudirta DPR Serahkan Sumbangan Pendidikan untuk Keysia Bersaudara
Sambangi Korban Pengeroyokan Tertuduh ‘Pencuri Ayam’, Wayan Sudirta DPR Serahkan Sumbangan Pendidikan untuk Keysia Bersaudara

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil Bali, Dr. I Wayan Sudirta, SH., MH, mengunjungi keluarga almarhum KD, yang meninggal tragis akibat pengeroyokan. Dalam kunjungannya pada Selasa, 28 Juli, sekitar pukul 14.00 WITA, Sudirta menyerahkan sumbangan pendidikan di rumah duka yang terletak di Desa Juuklegi, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali.

Peristiwa tersebut terjadi setelah almarhum KD dituduh mencuri ayam sabung milik warga, yang harganya bisa mencapai Rp 5 juta per ekor. Keresahan masyarakat akibat kehilangan ayam yang sering terjadi memicu tindakan main hakim sendiri yang berujung pada tragedi ini. Menurut informasi yang beredar, tindakan anarkis ini muncul karena pelaku pencurian sebelumnya tidak pernah ditangkap dan diadili, sehingga masyarakat merasa frustrasi.

Belasungkawa dan Harapan untuk Keadilan

Saat menyerahkan bantuan kepada anak bungsu almarhum, Keysia, yang didampingi oleh ibunya dan pamannya, Sudirta menyampaikan rasa belasungkawa. Ia menegaskan bahwa kehadirannya bukan untuk membenarkan tindakan almarhum, melainkan untuk mendorong introspeksi dalam masyarakat. "Kami hadir bukan untuk melegitimasi hal-hal yang melanggar hukum, tetapi kita semua perlu melakukan introspeksi agar menjauhkan diri dari segala perbuatan negatif yang melanggar hukum," ujarnya.

Sudirta juga berharap agar kejadian serupa tidak terulang dan meminta aparat penegak hukum, khususnya kepolisian, untuk bertindak adil dan tegas dalam menangani kasus ini. Ia menekankan pentingnya kejelasan dalam kebijakan hukum agar masyarakat dapat memahami langkah-langkah yang diambil.

Pendidikan sebagai Harapan Masa Depan

Dalam kesempatan tersebut, Sudirta menambahkan, "Untuk hari ini, saya titip sedikit sumbangan untuk membantu pendidikan anak-anak almarhum. Kita jangan berkecil hati, ke depan harus lebih baik. Nyawa yang melayang tidak akan kembali, kita harus kuat menghadapinya." Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan harapan bagi pendidikan anak-anak yang ditinggalkan almarhum, karena melalui pendidikan, masa depan yang lebih baik dapat diraih.

Lebih lanjut, Sudirta mengajak semua pihak untuk bersama-sama berbenah demi menghindari terulangnya peristiwa tragis yang melanggar hukum. Keluarga dan pemerintah Desa Sidetapa berharap agar komitmen tersebut dapat dituangkan dalam bentuk tertulis, sehingga memiliki kekuatan hukum yang jelas. Pihak KORdEM dan LBH KORdEM juga siap mendampingi dalam mewujudkan harapan tersebut.

jpnn.com Sumber: jpnn.com

Artikel Terkait