Fakta Nasional

Dua Belas Anggota OPM Tewas dalam Bentrokan dengan TNI di Intan Jaya

Empat anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang dipimpin oleh Daniel Aibon Kogoya tewas dalam kontak senjata dengan TNI di Intan Jaya, Papua. TNI juga berhasil menyita sejumlah senjata dan barang bu...

W
Wira Yudha
26 September 2026
39 pembaca
Foto: dok. istimewa
Foto: dok. istimewa

TNI berhasil menembak mati empat anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang dipimpin oleh Daniel Aibon Kogoya di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Dalam insiden tersebut, TNI juga mengamankan senjata api, busur panah, dan bendera Bintang Kejora di lokasi kejadian. Peristiwa ini terjadi di Kampung Done Balogo, Distrik Agisiga, Intan Jaya, pada Jumat (25/9) dini hari.

Deteksi Pergerakan Kelompok Separatis

Tim Khusus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema mendeteksi pergerakan kelompok yang dipimpin oleh Daniel Aibon Kogoya yang berupaya memasuki permukiman warga. "Kelompok Daniel Aibon Kogoya akan masuk ke dalam permukiman warga untuk menebar teror, berhasil terdeteksi melalui pantauan pesawat nirawak atau drone," ungkap Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III Letjen TNI Lucky Avianto.

Kontak Senjata dan Hasilnya

Setelah mendeteksi keberadaan kelompok tersebut, tim gabungan TNI mendatangi lokasi dan berusaha melakukan pendekatan persuasif. Namun, kelompok Daniel Aibon Kogoya langsung melancarkan serangan dengan menembaki aparat. "Upaya ini mereka jawab dengan menghujani ratusan peluru tajam ke arah pasukan kami, sehingga kontak senjata pun tidak dapat dihindari," jelasnya.

Akibat dari baku tembak tersebut, empat anggota OPM tewas, sementara anggota lainnya melarikan diri ke dalam hutan. Lucky memastikan bahwa tidak ada prajurit TNI yang mengalami luka dalam insiden tersebut. "Empat orang Anggota TPNPB-OPM tewas dan sisa anggota kelompok separatis tersebut melarikan diri ke dalam gelapnya belantara rimba Papua, meninggalkan jasad ke 4 rekannya," tambahnya.

Dari lokasi kontak tembak, TNI berhasil mengamankan satu senapan serbu SS 2 V4 beserta puluhan peluru tajam, satu senapan modifikasi merk Shap Inova, lima busur panah, enam parang panjang, tiga bilah pisau, satu buku tabungan Bank Papua atas nama HH, enam unit gawai, dan Bendera Bintang Kejora.

Artikel Terkait