JAKARTA - Dua siswi kelas VIII dari SMP Ibnu Hajar Boarding School (IHBS) Putri, Khalisha Putri Mario dan Ayunda Ummu Fadhila, berhasil menembus Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) melalui penelitian yang mengeksplorasi potensi tanaman kirinyuh sebagai bahan skincare alami. OPSI adalah kompetisi penelitian berskala nasional yang diikuti oleh pelajar dari jenjang SMP dan SMA di seluruh Indonesia.
Penelitian yang mereka ajukan berjudul “Ekstrak Gulma Chromolaena odorata (Kirinyuh) sebagai Skincare Nabati untuk Mengendalikan Bakteri Penyebab Jerawat Staphylococcus epidermidis.” Dalam studi tersebut, Khalisha dan Ayunda meneliti aktivitas antibakteri dari ekstrak daun kirinyuh terhadap S. epidermidis, bakteri yang dapat menyebabkan masalah kulit seperti jerawat dalam kondisi tertentu.
Pemilihan Tanaman Kirinyuh yang Menarik
Menariknya, pemilihan kirinyuh sebagai objek penelitian ini dikarenakan tanaman yang sering dianggap sebagai gulma tersebut diteliti kembali berdasarkan kandungan senyawa alaminya dan potensinya sebagai sumber bahan aktif nabati. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa masalah yang ada di lingkungan sekitar dapat diubah menjadi gagasan ilmiah yang relevan dengan kesehatan dan pemanfaatan sumber daya hayati.
Persiapan Manuskrip Ilmiah
Sebagai langkah lanjutan dari penelitian di OPSI, Khalisha dan Ayunda telah menyiapkan manuskrip ilmiah dalam bahasa Inggris berjudul “Antibacterial Screening of Kirinyuh (Siam Weed) Leaf Extract against Staphylococcus epidermidis.” Manuskrip ini sedang dalam proses pengembangan untuk diajukan ke jurnal ilmiah yang terindeks Scopus atau SINTA. Proses ini memberikan pengalaman berharga bagi kedua siswi dalam memahami tahapan penelitian secara menyeluruh, mulai dari perumusan masalah hingga penyusunan artikel ilmiah.
Penelitian ini merupakan hasil kerja sama antara SMP IHBS Putri dan Universitas YARSI, yang didukung oleh Pusat Herbal Universitas YARSI yang dipimpin oleh Juniarti. Khalisha dan Ayunda juga mendapatkan bimbingan dari Hilma Suyana, Kepala Pusat Pemberdayaan Desa Universitas YARSI. Kerja sama ini menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan perguruan tinggi dalam membangun budaya penelitian sejak dini.
Pendampingan akademik dan akses ke laboratorium memungkinkan siswa tidak hanya untuk menghasilkan ide, tetapi juga untuk mengujinya dengan metode ilmiah yang sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan. Universitas YARSI berencana untuk membuka lebih banyak peluang kerja sama bagi SMP dan SMA yang berminat dalam pengembangan penelitian siswa, yang mencakup pendampingan dalam penyusunan proposal, penggunaan laboratorium, pelaksanaan eksperimen, analisis data, serta penulisan laporan dan artikel ilmiah.
Universitas YARSI memiliki berbagai bidang keilmuan melalui Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Teknologi Informasi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, Fakultas Psikologi, serta Sekolah Pascasarjana. Universitas ini telah meraih akreditasi institusi Unggul, sementara tujuh program studinya telah mendapatkan akreditasi internasional FIBAA.