Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan bahwa efisiensi anggaran yang mencapai Rp306 triliun pada Januari 2025 menjadikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semakin berpengaruh positif bagi masyarakat. Pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka telah melaksanakan sejumlah program unggulan di Hotel Kempinski, Jakarta, termasuk Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda.
Program Unggulan untuk Kesejahteraan Rakyat
Suahasil menjelaskan bahwa pemerintah juga menjalankan program kesehatan yang menawarkan cek kesehatan gratis bagi jutaan warga serta melakukan renovasi pada puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Dalam penjelasannya, Suahasil menyatakan bahwa saat Prabowo dilantik sebagai presiden menggantikan Joko Widodo, langkah awal yang diambil adalah melakukan efisiensi anggaran. "Januari 2025, jangan lupa, kita mendapatkan perintah. Ketika itu melakukan efisiensi anggaran dikaliber Rp306 triliun. Nah tentu waktu itu cukup banyak sekali beritanya, dua tahun yang lalu seperti itu," ujarnya pada acara di Jakarta pada Kamis (8/10/2026).
Dia menambahkan bahwa meskipun kebijakan efisiensi anggaran sering kali dipersepsikan sebagai pemangkasan, sebenarnya langkah tersebut bertujuan untuk menciptakan APBN yang lebih berdampak bagi masyarakat. "Kesannya adalah potong-potong-potong anggaran. Tapi sebenarnya di balik potong anggaran tersebut adalah pijakan fundamental fondasi untuk membuat APBN yang lebih berdampak kepada masyarakat. Sehingga efisiensi tersebut bisa digunakan untuk program unggulan bagi rakyat," jelasnya.
Inisiatif Pendidikan dan Kesehatan
Suahasil juga menguraikan berbagai program yang telah dilaksanakan selama dua tahun terakhir. Salah satu program yang banyak diperbincangkan adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia optimis bahwa di bawah kepemimpinan Badan Gizi Nasional yang baru, program tersebut akan mengalami perbaikan. "Tetapi saya yakin dalam beberapa bulan terakhir kita bisa melihat di bawah kepemimpinan Badan Gizi Nasional yang baru, terjadi perbaikan, perbaikan mengenai pengelolaan yang kemudian perbaikan-perbaikan ini diterima, dijalankan, dan menjadi bagian dari fondasi yang baik," tuturnya.
Pemerintah juga meluncurkan Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, khususnya yang berada di desil 1 dan 2. Suahasil menekankan pentingnya program ini untuk memutus rantai kemiskinan, dengan harapan tidak ada generasi berikutnya yang terjebak dalam kemiskinan. "Jangan ada generasi berikutnya yang harus ter-expose kepada kemiskinan," tambahnya.
Selain itu, terdapat juga program Sekolah Unggul Garuda yang ditujukan untuk siswa berprestasi dengan menggunakan kurikulum International Baccalaureate (IB), yang menggabungkan standar nasional dan internasional. "Masuk ke sekolah Garuda, kita harapkan keluar nanti menjadi kebanggaan Indonesia di dunia internasional," ungkapnya.
Mengenai kesehatan, program Cek Kesehatan Gratis telah menjangkau 70,3 juta masyarakat Indonesia sepanjang tahun 2025. Pada tahun 2026, jumlahnya meningkat menjadi 99,1 juta masyarakat yang memanfaatkan layanan ini per bulan September. Program ini juga mulai diperluas ke sekolah-sekolah.
Lebih lanjut, Suahasil menjelaskan bahwa pemerintah juga melaksanakan renovasi puskesmas dan RSUD, serta meningkatkan fasilitas dengan peralatan yang lebih lengkap. "Tugas kami adalah menjaga agar stabilitas ekonomi dan fiskal bisa tetap terjaga. Kita harus lakukan terus, memastikan bahwa ekonomi tumbuh stabil, pajaknya membaik," tutupnya.