Ekonom mengungkapkan bahwa Indonesia perlu mengembangkan sumber pendanaan non-dolar untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen. Pendanaan yang beragam diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada mata uang asing dan meningkatkan stabilitas ekonomi.
Menurut para ahli, pengembangan pendanaan non-dolar dapat dilakukan melalui berbagai instrumen keuangan, seperti obligasi dan investasi dalam mata uang lokal. Hal ini dianggap penting untuk meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia di pasar global. Dengan memperkuat basis pendanaan domestik, Indonesia diharapkan dapat lebih resilient terhadap fluktuasi nilai tukar dan krisis ekonomi global.
Lebih lanjut, para ekonom menekankan bahwa keberhasilan dalam mencapai pertumbuhan yang diinginkan juga bergantung pada kebijakan pemerintah yang mendukung investasi dan inovasi. Pendekatan yang terintegrasi dalam pengembangan sektor-sektor strategis dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dengan adanya langkah-langkah ini, diharapkan Indonesia dapat memperkuat posisinya di kancah ekonomi internasional dan mencapai target pertumbuhan yang ambisius. Perkembangan lebih lanjut mengenai strategi ini akan terus dipantau oleh berbagai pihak terkait.