Gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda mengalami erupsi pada malam ini, tepatnya pada pukul 20.13 WIB. Informasi ini disampaikan oleh Badan Geologi melalui akun media sosial resminya pada hari Senin, 5 Oktober 2026. Dalam keterangan yang diberikan, tinggi kolom abu dari erupsi tersebut tidak dapat teramati.
Badan Geologi menyatakan, "Telah terjadi erupsi G. Anak Krakatau, Lampung pada tanggal 05 Oktober 2026 pukul 20:13 WIB namun tinggi kolom abu tidak teramati," dalam postingan mereka. Erupsi ini juga terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 55 milimeter (mm) dan durasi erupsi tercatat sekitar 6 menit 29 detik.
Status Waspada Ditetapkan
Saat ini, status Gunung Anak Krakatau berada pada level II atau waspada. Badan Geologi mengimbau kepada masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki untuk tidak mendekati gunung tersebut. Mereka menekankan agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif.
"Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati G. Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 2 Km dari kawah aktif," tulis Badan Geologi. Imbauan ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi bahaya yang mungkin timbul akibat aktivitas vulkanik dari Gunung Anak Krakatau.
Pentingnya Keselamatan
Dengan adanya erupsi ini, keselamatan menjadi prioritas utama bagi semua pihak yang berada di sekitar kawasan tersebut. Masyarakat diharapkan untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.
Selain itu, perhatian juga diberikan kepada alat pemantau yang ada di Gunung Anak Krakatau, yang baru-baru ini dilaporkan hilang. Kejadian ini menambah tantangan dalam memantau aktivitas gunung berapi yang aktif tersebut.