Media sosial dihebohkan oleh berita yang menyatakan bahwa sejumlah dewan guru besar perguruan tinggi telah bertemu dengan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, di Istana Wakil Presiden, Jakarta. Narasi yang beredar mengklaim bahwa pertemuan tersebut berlangsung setelah munculnya surat terbuka dari ratusan guru besar yang meminta Gibran untuk mengundurkan diri dari jabatannya.
Sebuah foto yang beredar menunjukkan Gibran berpose bersama sekelompok orang yang disebut sebagai dewan guru besar. Dalam caption foto tersebut tertulis, "Dewan guru besar temui Mas Gibran Wapres," serta "Setelah 150 guru besar minta Gibran mundur, maka muncullah ini." Namun, kebenaran dari kabar ini patut dipertanyakan.
Surat Terbuka dan Desakan Mundur
Forum Guru Besar Indonesia telah mengirimkan surat terbuka yang mendesak Gibran untuk mengundurkan diri dari posisinya sebagai wapres. Surat yang berjudul “Menjaga Marwah Konstitusi, Etika Bernegara, dan Legitimasi Kepemimpinan Nasional” ditandatangani oleh ratusan guru besar di Indonesia pada 19 Oktober 2026. Surat ini merupakan ungkapan keprihatinan mereka terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 yang berkaitan dengan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2024.
Forum Guru Besar Indonesia menilai bahwa putusan MK tersebut menimbulkan masalah moral dan etika yang berkaitan dengan keabsahan dokumen pendidikan Gibran. Mereka mengkritisi pertimbangan Hakim Konstitusi yang tidak menemukan bukti yang meyakinkan mengenai keabsahan dokumen atau ijazah luar negeri yang setara dengan pendidikan SLTA saat pendaftaran Pilpres 2024. Meskipun MK tidak menjatuhkan sanksi diskualifikasi, mereka menegaskan bahwa masalah ini tetap berdampak pada legitimasi kepemimpinan nasional.
Penjelasan Mengenai Foto Pertemuan
Setelah melakukan penelusuran, diketahui bahwa foto yang menunjukkan Gibran bersama dewan guru besar adalah foto lama. Pertemuan tersebut terjadi pada 10 Agustus 2026, saat Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Guru Besar Indonesia (DPP Pergubi) bertemu dengan Gibran di Istana Wakil Presiden, Jakarta. Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi para guru besar untuk menyampaikan berbagai gagasan terkait pendidikan tinggi, riset, inovasi, dan peran akademisi dalam pembangunan nasional.
Delegasi yang hadir dalam pertemuan itu termasuk beberapa nama, seperti Gimbal Doloksaribu, Paiman Raharjo, dan Istianingsih. Dengan demikian, kabar yang menyatakan bahwa Gibran bertemu dengan dewan guru besar setelah desakan untuk mundur adalah tidak benar. Pertemuan tersebut berlangsung jauh sebelum surat terbuka yang meminta pengunduran dirinya ditandatangani pada 19 Oktober 2026.