Harga cabai rawit merah di pasar tradisional secara nasional mencapai Rp102.000 per kilogram pada hari Kamis, 8 Oktober 2026. Kenaikan harga ini juga diikuti oleh seluruh jenis cabai lainnya, sedangkan harga komoditas bawang dan telur ayam ras segar mengalami penurunan. Sementara itu, harga beras terpantau stabil, dan daging sapi kualitas I mengalami kenaikan, sedangkan daging ayam ras mengalami penurunan.
Berdasarkan informasi dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia, harga cabai rawit merah tercatat naik sebesar Rp950 atau 0,94 persen dibandingkan hari sebelumnya. Dengan harga tersebut, cabai rawit merah menjadi komoditas cabai dengan harga rata-rata nasional tertinggi pada perdagangan hari ini. Selain itu, cabai merah keriting tercatat dengan harga Rp83.400 per kg, mengalami kenaikan sebesar Rp9.300 atau 12,55 persen. Harga cabai rawit hijau juga meningkat menjadi Rp75.550 per kg, naik Rp5.600 atau 8,01 persen, sedangkan cabai merah besar berada di level Rp70.000 per kg, naik Rp7.550 atau 12,09 persen.
Pergerakan Harga Komoditas Lainnya
Di sisi lain, beberapa komoditas pangan lainnya menunjukkan pergerakan harga yang bervariasi. Harga bawang merah ukuran sedang mengalami penurunan sebesar Rp350 menjadi Rp36.950 per kg, sementara bawang putih ukuran sedang turun Rp100 menjadi Rp38.800 per kg. Harga beras relatif stabil, dengan beras kualitas bawah I berada di Rp14.900 per kg dan kualitas bawah II di Rp14.700 per kg. Beras kualitas medium I tercatat Rp16.600 per kg dan medium II Rp16.400 per kg. Untuk beras kualitas super I, harganya mencapai Rp17.950 per kg, sedangkan kualitas super II berada di Rp17.350 per kg.
Harga Daging dan Telur Ayam
Untuk komoditas protein hewani, harga daging ayam ras segar turun sebesar Rp450 menjadi Rp41.450 per kg. Di sisi lain, harga daging sapi kualitas I mengalami kenaikan Rp200 menjadi Rp152.500 per kg, sedangkan daging sapi kualitas II berada di Rp143.450 per kg. Harga telur ayam ras segar juga mengalami penurunan, turun Rp100 menjadi Rp29.750 per kg.
Data dari PIHPS Bank Indonesia ini mencerminkan rata-rata harga pangan nasional di pasar tradisional yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.