Fakta Nasional

Ibas Ajak Santri Tingkatkan Keterampilan Kerja untuk Menghadapi Era Modern

Ibas mengingatkan pentingnya santri untuk menguasai keterampilan kerja di samping pendidikan agama, guna menjawab tantangan zaman yang semakin kompetitif.

F
Fidzu Ardaf
26 October 2026
13 pembaca

Dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompetitif, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, yang menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI dan Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR RI, mendorong santri untuk tidak hanya fokus pada pendidikan agama, tetapi juga membekali diri dengan keterampilan kerja. Hal ini dianggap penting agar generasi muda dapat bersaing di tengah perkembangan zaman yang pesat.

Pentingnya Pendidikan Keterampilan di Pesantren

Ibas menekankan bahwa penguasaan kompetensi praktis, pembentukan karakter, dan kemandirian merupakan bekal yang diperlukan bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Saat menghadiri acara Santri dan Balai Latihan Kerja (BLK) di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Ibas mengajak santri untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan mereka, serta mempersiapkan diri menghadapi tuntutan dunia kerja yang semakin ketat.

Menurut Ibas, pendidikan yang diberikan di pesantren memiliki peran yang sangat penting dalam mencetak generasi muda yang berintegritas. Selain sebagai tempat untuk mendalami ajaran agama, pesantren juga berfungsi dalam membentuk akhlak, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Ia menekankan bahwa nilai-nilai ini harus sejalan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan oleh masyarakat.

“Jadilah anak-anak pesantren yang terampil, cerdas, dan mandiri,” ungkap Ibas dalam keterangannya.

Kerja Sama untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan

Ibas juga mengingatkan santri untuk menjalani proses pendidikan dengan serius. Ia berpendapat bahwa pencapaian cita-cita memerlukan kerja keras, ketekunan, kedisiplinan, dan doa. Penghormatan kepada orang tua, guru, serta kiai dan nyai yang membimbing di pesantren juga merupakan bagian penting dalam membangun masa depan.

Dalam kesempatan tersebut, Ibas memberikan apresiasi kepada Pondok Pesantren Manba’ul Hikmah di Kaliwungu, Kendal, atas kontribusinya dalam mendidik santri dan mendorong pemberdayaan masyarakat. Ia berharap agar pesantren terus meningkatkan mutu pendidikan, memperbaiki sarana pembelajaran, dan memberikan lebih banyak kesempatan bagi santri untuk mengembangkan keterampilan mereka.

Salah satu langkah yang bisa diambil adalah memperkuat kemitraan dengan Balai Latihan Kerja, lembaga pendidikan vokasi, perguruan tinggi, dan pelaku usaha. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjembatani proses pendidikan dengan kebutuhan nyata di dunia kerja.

Ibas menambahkan bahwa penguasaan keterampilan praktis semakin penting seiring dengan perubahan kebutuhan industri. Santri perlu mendapatkan akses terhadap pelatihan yang relevan, termasuk kemampuan berbahasa, keterampilan teknis, pemahaman teknologi, dan kesiapan untuk menghadapi lingkungan kerja profesional. “Dunia industri membutuhkan tenaga kerja yang efisien, efektif, dan produktif,” ujarnya.

Ia berharap, kerja sama antara pesantren dan lembaga pelatihan dapat membuka akses bagi santri untuk mengikuti program beasiswa, magang, pelatihan kompetensi, serta berbagai program pengembangan diri. Dengan bekal tersebut, lulusan pesantren diharapkan memiliki lebih banyak pilihan untuk melanjutkan pendidikan atau memasuki dunia kerja.

Artikel Terkait