Fakta Ekonomi

ICE BSD City Raih Lebih dari 3.300 Acara Sejak Tahun 2015

Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City telah menyelenggarakan lebih dari 3.300 acara dengan total kunjungan mencapai lebih dari 18,9 juta orang sejak 2015 hingga Oktober 2026.

P
Padma Dewi
22 October 2026
28 pembaca
Foto: Edwin Putranto/Republika
Foto: Edwin Putranto/Republika

Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City telah mencatat lebih dari 3.300 acara dengan total kunjungan melebihi 18,9 juta orang sejak tahun 2015 hingga Oktober 2026. Berbagai jenis acara yang diadakan di tempat ini meliputi pameran, konferensi, kegiatan perusahaan, konser, serta kegiatan olahraga.

Kesiapan Operasional dan Manajemen Acara

General Manager ICE BSD City, Siti Karmila, menyatakan bahwa penyelenggaraan acara berskala besar memerlukan kesiapan operasional yang matang, pengelolaan logistik, keamanan, serta pengaturan arus pengunjung. Semua aspek tersebut harus dikelola secara bersamaan agar acara dapat berjalan dengan lancar. "Pengalaman menangani ribuan event membentuk pemahaman kami bahwa venue bukan hanya soal kapasitas ruang. Yang sama pentingnya adalah kesiapan operasional, kompetensi tim, sistem keselamatan, akses, dan kemampuan mengelola berbagai kebutuhan secara bersamaan," ujarnya dalam keterangan tertulis.

ICE BSD City memiliki 10 ruang pamer seluas total sekitar 50.000 meter persegi, sebuah ruang konvensi seluas 4.000 meter persegi, 33 ruang pertemuan, serta area luar yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan. Fasilitas ini memungkinkan penyelenggara untuk menggelar berbagai format acara dalam satu lokasi.

Fasilitas dan Keamanan di ICE BSD City

Selain ruang acara, ICE BSD City juga menyediakan layanan pengelolaan acara, katering, gudang berikat, ruang medis, ruang VIP, dan fasilitas pendukung lainnya. Pengaturan fasilitas dan operasional disesuaikan dengan karakteristik masing-masing acara. Dalam hal keselamatan, ICE BSD City melakukan pemeliharaan dan pemeriksaan fasilitas secara berkala, termasuk alat penyiram otomatis, hidran, dan detektor kebakaran. Tim Occupational Health and Safety (OHS) juga melakukan pengawasan bersama penyelenggara acara dari tahap persiapan hingga pembongkaran fasilitas.

Pengawasan tersebut mencakup penerapan standar keselamatan kerja, seperti penggunaan alat pelindung diri dan sabuk pengaman untuk pekerjaan di ketinggian. Ketentuan keselamatan juga disampaikan kepada penyelenggara dan peserta pameran melalui pertemuan teknis sebelum acara berlangsung. ICE BSD City juga memiliki tim tanggap darurat yang berkoordinasi dengan penyelenggara untuk mengantisipasi dan menangani kondisi darurat, termasuk penyediaan mobil pemadam kebakaran, ambulans, dan tenaga medis sesuai kebutuhan acara.

Siti Karmila menambahkan bahwa kebutuhan penyelenggara acara terus berkembang, sehingga pengelola venue perlu menyesuaikan fasilitas dan operasional dengan skala serta kompleksitas kegiatan. "Kami melihat kebutuhan penyelenggara terus berkembang. Karena itu, ICE BSD City berfokus pada hal-hal yang secara langsung mendukung kelancaran event, mulai dari fleksibilitas ruang, keselamatan, kesiapan tim, aksesibilitas, hingga fasilitas pendukung di kawasan," tutupnya.

Artikel Terkait