Fakta Ekonomi

Identitas Kopi Indonesia Perlu Diperkuat di Pasar Global

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti, menekankan pentingnya mencantumkan identitas Indonesia pada produk kopi ekspor, yang selama ini lebih dikenal dengan nama daerah asalnya.

F
Fidzu Ardaf
26 September 2026
36 pembaca
Pedagang memasukkan kopi ke dalam kemasan untuk pembeli di Dunia Kopi, Pasar Santa, Jakarta Selatan. [Suara.com/Alfian Winanto]
Pedagang memasukkan kopi ke dalam kemasan untuk pembeli di Dunia Kopi, Pasar Santa, Jakarta Selatan. [Suara.com/Alfian Winanto]

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti mengungkapkan kekhawatirannya mengenai minimnya penekanan identitas Indonesia pada produk kopi ekspor saat berbicara di Jakarta pada Sabtu (26/9/2026). Ia menilai bahwa produk kopi unggulan Indonesia di pasar internasional sering kali hanya menggunakan nama daerah asal, tanpa mencantumkan label nasional yang jelas.

Roro menjelaskan bahwa kopi merupakan salah satu andalan ekspor Indonesia. Namun, di pasar global, kopi dari Indonesia lebih sering disebut dengan nama daerah seperti Java, Kalimantan, atau Sumatra, tanpa menyertakan nama Indonesia. "Kalau saya keliling ke beberapa negara, salah satu ekspor unggulan kita kan kopi. Nah, kopi itu biasanya kalau kopi dari Indonesia tertulisnya kopi Java, terus Kalimantan, terus Sumatera. Jarang sekali ketika kopi itu kemudian ada tulisan 'Indonesia' di dalamnya," ujarnya.

Strategi Memperkuat Identitas Produk

Menurutnya, hal ini menjadi tantangan untuk memperkuat identitas produk Indonesia di pasar internasional. Pemerintah diharapkan dapat merumuskan strategi agar produk dari berbagai daerah tetap mampu mencerminkan identitas Indonesia. Roro menambahkan bahwa penguatan identitas ini bisa dilakukan melalui storytelling, yaitu kemampuan untuk menceritakan asal-usul dan keunggulan suatu produk kepada konsumen di seluruh dunia.

"Nah, ini kan hal-hal atau langkah-langkah tertentu yang harus kita tempuh sebetulnya. Untuk bagaimana caranya ketika masyarakat dunia itu melihat kopi dari beberapa provinsi itu, mereka langsung berpikir tentang Indonesia. Nah, itu kan ada storytelling yang harus kita lakukan," ungkapnya.

Pemanfaatan Teknologi dalam Promosi

Roro juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi untuk mendukung storytelling tersebut. Teknologi tidak hanya berfungsi sebagai alat transaksi, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkenalkan cerita di balik produk Indonesia. "Maka teknologi ini, kembali lagi, kita harus manfaatkan untuk menceritakan esensi dari sebuah produk," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa penggunaan teknologi dalam promosi produk juga dapat berkontribusi pada diplomasi perdagangan. Produk yang dipasarkan ke luar negeri diharapkan dapat membawa pesan mengenai identitas dan keunggulan Indonesia. "Jadi di dalamnya adalah teknologi menjadi sebuah alat (tool) untuk menceritakan sesuatu, menceritakan tentang produknya. Ini bisa menjadi bagian dari diplomasi sebetulnya. Bagaimana kita bisa sekaligus menceritakan bahwa ini adalah produk kebanggaan Indonesia," tutupnya.

suara.com Sumber: suara.com

Artikel Terkait