Fakta Ekonomi

IHSG dan Kapitalisasi Pasar Modal Alami Penurunan dalam Sepekan Terakhir

Dalam sepekan terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 3,09 persen, sementara nilai kapitalisasi pasar modal juga menurun 3,20 persen. Rata-rata volume transaksi harian...

P
Panca Akbar Saputra
27 September 2026
38 pembaca
Foto: Republika/Prayogi
Foto: Republika/Prayogi

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan bahwa aktivitas pasar saham selama periode 21—25 September 2026 menunjukkan variasi pergerakan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 6.241, dengan total kapitalisasi pasar mencapai Rp 10.905 triliun.

Rata-rata volume transaksi harian di BEI tercatat mengalami peningkatan sebesar 2,04 persen, mencapai 29,20 miliar lembar saham, dibandingkan dengan 28,61 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya. Namun, IHSG mengalami penurunan sebesar 3,09 persen, berkurang dari 6.441,159 menjadi 6.241,892. Kapitalisasi pasar BEI juga turun 3,20 persen dari Rp 11.266 triliun menjadi Rp 10.905 triliun, seperti yang disampaikan BEI dalam keterangan resmi pada Ahad (27/9/2026).

Pergerakan Transaksi dan Investor Asing

Frekuensi transaksi harian mengalami penurunan sebesar 3,95 persen, dengan total menjadi 1,82 juta kali transaksi, turun dari 1,89 juta kali transaksi di pekan sebelumnya. Rata-rata nilai transaksi harian juga mengalami penurunan yang signifikan, yakni 21,32 persen, dari Rp 15,22 triliun menjadi Rp 11,98 triliun.

Pada akhir pekan ini, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 559,16 miliar. Secara kumulatif, sepanjang tahun 2026, nilai jual bersih yang dicatatkan oleh investor asing mencapai Rp 77,52 triliun.

Inisiatif BEI untuk Memperkuat Pasar Modal

Selama periode 21—25 September 2026, BEI melaksanakan berbagai kegiatan untuk mendorong penguatan pasar modal. Pada Senin (21/9/2026), BEI bekerja sama dengan Indonesian Disability Institute (INDISI) mengadakan program pelatihan dan seminar bertema ‘Pasar Modal untuk Sobat Disabilitas’ di Main Hall BEI. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan inklusi keuangan dan kemandirian ekonomi bagi penyandang disabilitas melalui pengenalan pasar modal dan pelatihan ‘Siap Kerja’ serta pemaparan mengenai lingkungan kerja inklusif oleh Blue Bird Group.

BEI berkomitmen untuk memperluas akses terhadap pengetahuan, kesempatan kerja, dan kemandirian ekonomi bagi penyandang disabilitas, serta memperkuat sinergi lintas sektor dalam menciptakan ekosistem pasar modal yang inklusif dan berkelanjutan.

Di tingkat kawasan, BEI juga memperkuat konektivitas pasar modal Indonesia dengan ASEAN. Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi, berpartisipasi dalam ‘The 2026 CGS China-ASEAN Business Leaders Summit: Investing in ASEAN - Sharing Development Opportunities’ yang berlangsung di Singapura pada 21-22 September 2026. Dalam forum tersebut, Iding Pardi menjadi panelis dalam sesi ‘Empowering Capital Flow Between China and ASEAN’ dan membahas perkembangan serta pendalaman pasar modal Indonesia, serta peran Indonesia dalam memperkuat konektivitas pasar modal di kawasan ASEAN.

Artikel Terkait