Analis dari Kiwoom Sekuritas memperkirakan bahwa IHSG memiliki potensi untuk menguat pada hari Senin, 26 Oktober 2026, meskipun ada kekhawatiran mengenai inflasi yang meningkat dan pelemahan rupiah. Sementara itu, MNC Sekuritas mengingatkan bahwa IHSG berisiko mengalami koreksi pada tanggal yang sama, dipicu oleh faktor-faktor seperti depresiasi rupiah, perkembangan MSCI, serta laporan kinerja sektor perbankan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak fluktuatif pada perdagangan hari Senin (26/10/2026). Oktavianus Audi, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, mengungkapkan bahwa IHSG masih memiliki peluang untuk menguat dengan level support di 5.350 dan resistance di 5.585. "IHSG (26/10) kami perkirakan bergerak cenderung menguat dalam rentang level support 5.350 dan resistance 5.585 dengan indikator RSI bergerak naik dan keluar dari area oversold," ujarnya dalam laporan risetnya.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi IHSG
Namun, dia juga menekankan bahwa pelaku pasar perlu memperhatikan berbagai sentimen yang dapat mempengaruhi pergerakan IHSG. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran setelah pernyataan dari Trump yang memicu eskalasi ke Iran, menyebabkan harga minyak mentah melonjak hingga mencapai 103 dolar AS per barel pada pekan lalu. Hal ini memberikan sinyal negatif terhadap inflasi yang diperkirakan tetap tinggi.
Selain itu, nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar AS, mencapai level 18.089 per dolar AS, diperkirakan akan memberikan tekanan tambahan pada pasar modal Indonesia. "Hal ini memberikan kekhawatiran pada stabilitas dalam negeri. Sepekan lalu, IHSG mengalami capital outflow mencapai Rp8 triliun di seluruh perdagangan," tambahnya. Ia merekomendasikan dua saham yang dapat diperhatikan oleh investor, yaitu SSIA dan RAJA.
Rekomendasi Saham untuk Investor
Untuk saham SSIA, strategi yang direkomendasikan adalah melakukan pembelian saat harga menembus level 1.350, dengan support di 1.260 dan resistance di 1.430. Sementara itu, saham RAJA dianggap sebagai speculative buy, dengan support di 464 dan resistance di 590.
Herditya Wicaksana, Kepala Riset Retail MNC Sekuritas, juga menyatakan bahwa IHSG berpotensi mengalami koreksi pada perdagangan hari Senin. Ia memprediksi IHSG akan bergerak dengan level support di 5.366 dan resistance di 5.460. Pergerakan indeks ini akan sangat dipengaruhi oleh pelemahan rupiah, perkembangan MSCI, serta laporan kinerja emiten perbankan dan aliran dana asing. "Untuk Senin, kami perkirakan IHSG rawan terkoreksi dengan support 5.366 dan resistance 5.460, di mana akan dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terpantau melemah di Rp 18.112 per dolar AS," jelasnya.
MNC Sekuritas juga menyarankan investor untuk memperhatikan tiga saham lainnya, yaitu AMMN, BULL, dan GGRM. Saham AMMN diperkirakan bergerak dalam rentang 4.270–4.510, sementara BULL diprediksi berada di rentang 330–358. Saham GGRM memiliki rentang pergerakan antara 17.425–17.850.