Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan pada Kamis sore, di mana investor melakukan aksi profit taking yang dipicu oleh kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. IHSG ditutup merosot 16,35 poin atau 0,28 persen ke level 5.886,03. Sementara itu, indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan juga turun 2,64 poin atau 0,45 persen menjadi 586,84.
Menurut Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, "Kami melihat IHSG ditutup melemah di tengah aksi profit taking dan sentimen eksternal." Penurunan ini terjadi seiring dengan pengurangan eksposur investor terhadap aset berisiko, yang dipicu oleh koreksi tajam indeks di Wall Street, Amerika Serikat, serta kenaikan harga minyak dan pelemahan harga emas.
Pelemahan IHSG dan Sentimen Pasar
Investor juga melakukan aksi ambil untung setelah IHSG mengalami penguatan yang signifikan dalam dua hari berturut-turut sebelumnya. Pada perdagangan sesi II Kamis, penurunan IHSG sedikit mereda setelah laporan bahwa Amerika Serikat telah menyelesaikan serangan terhadap Iran dan harga minyak dunia mengalami penurunan. Selain itu, ada juga sentimen positif dari rencana pemerintah untuk melakukan efisiensi anggaran pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ratna menambahkan, "Sehingga, diperkirakan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan dengan menguji level 5.900–5.950 pada perdagangan besok." Para pelaku pasar juga menantikan keputusan suku bunga acuan The Fed dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan pada 17 Juni 2026.
Pergerakan Sektor dan Saham
Pada sesi perdagangan yang dibuka menguat, IHSG bergerak ke zona negatif hingga penutupan sesi pertama. Di sesi kedua, IHSG tetap berada di zona merah hingga akhir perdagangan. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, terdapat lima sektor yang mengalami penguatan, dipimpin oleh sektor properti yang naik 0,74 persen, diikuti oleh sektor keuangan dan kesehatan yang masing-masing naik 0,64 persen dan 0,56 persen. Namun, enam sektor lainnya mengalami penurunan, dengan sektor barang baku mencatat penurunan terdalam sebesar 4,27 persen.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.375.140 transaksi dengan total saham yang diperdagangkan mencapai 33,50 miliar lembar senilai Rp 22,25 triliun. Dari total saham, 265 mengalami penguatan, 419 melemah, dan 131 tidak mengalami perubahan.
Di pasar regional Asia pada hari yang sama, pergerakan bervariasi. Indeks Nikkei menguat 71,73 poin atau 0,11 persen menjadi 64.251,00, sementara indeks Shanghai melemah 6,21 poin atau 0,16 persen ke 3.987,01. Indeks Hang Seng turun 158,67 poin atau 0,65 persen menjadi 24.249,29, dan indeks Strait Times menguat 35,63 poin atau 0,72 persen menjadi 4.994,48.