IHSG mengalami penguatan pada awal perdagangan di level 6.039 pada hari Jumat, 9 Oktober 2026. Menurut CGS International Sekuritas, meskipun IHSG menunjukkan tren positif, pergerakan indeks diperkirakan akan bervariasi dengan kecenderungan melemah akibat adanya sentimen negatif di pasar.
Berdasarkan data dari Stockbit, hingga pukul 09.05 WIB, IHSG tercatat di level 6.036, naik tipis sebesar 0,09 persen. Pada saat itu, tercatat sebanyak 4,28 miliar lembar saham diperdagangkan dengan total transaksi mencapai Rp588,39 miliar dan frekuensi perdagangan sebanyak 106.030 kali. Dari total saham yang diperdagangkan, 223 saham mengalami penguatan, sedangkan 280 saham mengalami penurunan, dan 460 saham lainnya tidak bergerak.
Pergerakan Saham dan Sentimen Pasar
Dalam perdagangan tersebut, beberapa saham yang menjadi Top Gainer dan Loser antara lain: Top Gainer ARIISAFEESTIIKAIKREN dan Top Loser KDTNAKKUTEBEMXPLGEMS.
CGS International Sekuritas memproyeksikan IHSG akan mengalami pergerakan yang bervariasi dengan kecenderungan melemah. Sentimen negatif yang berasal dari pelemahan bursa Wall Street dan aksi jual yang berlanjut dari investor asing diperkirakan akan menekan pergerakan indeks saham domestik. Dalam analisisnya, CGS International menyebutkan bahwa pelemahan di bursa Wall Street dan penurunan harga beberapa komoditas mineral logam seperti timah, nikel, dan tembaga dapat menjadi faktor yang menekan pasar.
Proyeksi dan Rekomendasi Saham
Walaupun terdapat sentimen negatif, beberapa faktor positif masih dapat mendukung indeks. Kenaikan harga komoditas seperti minyak mentah, crude palm oil (CPO), dan emas diperkirakan dapat memberikan dukungan bagi pasar saham domestik. CGS International Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak bervariasi dengan level support di 5.930 dan 5.830, serta resistance di 6.130 dan 6.230.
Di tengah proyeksi pergerakan IHSG yang bervariasi, CGS International Sekuritas merekomendasikan enam saham dengan peringkat beli, di antaranya adalah BFIN, KLBF, SMGR, ULTJ, PGAS, dan EMAS.