Fakta Ekonomi

IHSG Menguat di Awal Perdagangan, Simak Saham AADI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat di level 6.139 pada perdagangan Selasa, 6 Oktober 2026, dengan proyeksi pergerakan variatif hari ini.

F
Fidzu Ardaf
06 October 2026
23 pembaca
IHSG kembali menguat pada awal perdagangan hari ini. [Suara.com/Alfian Winanto]
IHSG kembali menguat pada awal perdagangan hari ini. [Suara.com/Alfian Winanto]

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan penguatan di awal perdagangan pada hari Selasa, 6 Oktober 2026, dengan dibuka di level 6.139. CGS International Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa IHSG akan bergerak dengan variasi, cenderung menguat terbatas sepanjang hari ini. Sentimen positif berasal dari pergerakan Wall Street dan harga komoditas global, meskipun aksi jual dari investor asing memberikan tekanan pada pasar.

Data dari Stockbit menunjukkan bahwa hingga pukul 09.05 WIB, IHSG mengalami kenaikan sebesar 0,19 persen ke level 6.130. Pada saat itu, tercatat sebanyak 11,94 miliar lembar saham diperdagangkan dengan total nilai transaksi mencapai Rp882,58 miliar dan frekuensi perdagangan sebanyak 122.110 kali. Dari total saham yang diperdagangkan, 305 saham mengalami penguatan, sementara 200 saham mengalami penurunan, dan 458 saham lainnya tidak bergerak.

Pergerakan Saham dan Proyeksi IHSG

IHSG kembali menunjukkan penguatan di awal perdagangan hari ini. Beberapa saham yang tercatat sebagai Top Gainer dan Loser pada saat itu antara lain adalah IFSHALKAMEDSKDTNAYLSTop Gainer dan PGLIFORUBALIWAPOINTD sebagai Top Loser.

Proyeksi IHSG ke depan menunjukkan bahwa indeks ini akan bergerak variatif dengan kecenderungan menguat terbatas. Dalam risetnya, CGS International Sekuritas Indonesia menyebutkan bahwa penguatan mayoritas indeks di Wall Street dan kenaikan harga beberapa komoditas global dapat menjadi faktor pendorong positif bagi pasar saham. Namun, aksi jual bersih yang terus berlanjut dari investor asing diprediksi akan memberikan dampak negatif bagi IHSG.

Rekomendasi Saham

"Menguatnya mayoritas indeks di Wall Street dan naiknya harga beberapa komoditas global berpotensi menjadi katalis positif untuk pasar, namun masih berlanjutnya aksi net sell asing diprediksi menjadi katalis negatif," tulis CGS International Sekuritas Indonesia dalam laporannya. Dengan mempertimbangkan berbagai sentimen tersebut, IHSG diperkirakan akan bergerak variatif dengan kecenderungan menguat terbatas. CGS International Sekuritas Indonesia juga memproyeksikan level support IHSG berada di 6.055 dan 5.979, sementara level resistance berada di 6.187 dan 6.253. Selain itu, mereka merekomendasikan untuk membeli enam saham, termasuk ERAA, AADI, PTBA, BDMN, AKRA, dan EMAS.

suara.com Sumber: suara.com

Artikel Terkait