Fakta Nasional

Iran dan AS Dekati Kesepakatan Damai, Proses Negosiasi Hampir Rampung

Iran mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kesepahaman dalam sebagian besar isu yang dibahas dengan Amerika Serikat, dan saat ini sedang melakukan peninjauan akhir terhadap draf perjanjian damai.

A
Amara Rukmana
13 June 2026
7 pembaca
Iran dan AS Dekati Kesepakatan Damai, Proses Negosiasi Hampir Rampung
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengadakan konferensi pers mingguan di Teheran pada 28 Oktober 2024. (AFP)

Jakarta - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengungkapkan bahwa Teheran telah mencapai kesepahaman pada sebagian besar isu yang dibahas dalam negosiasi dengan Amerika Serikat. Iran kini berada dalam tahap peninjauan internal akhir terhadap rancangan perjanjian damai tersebut.

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan di televisi pemerintah, Baghaei merujuk pada pernyataan Menlu Abbas Araghchi yang menyebutkan bahwa rancangan Nota Kesepahaman (MoU) antara Iran dan AS "belum pernah sedekat ini." Dia menegaskan bahwa saat ini kesepahaman telah dicapai pada sebagian besar isu, dan mereka sedang dalam tahap akhir peninjauan.

Proses Peninjauan dan Tantangan Negosiasi

Baghaei menjelaskan bahwa pertemuan dengan lembaga-lembaga terkait di Iran sedang berlangsung untuk mengevaluasi draf teks dan menentukan posisi akhir Teheran. Dia menyatakan bahwa kesepakatan seharusnya dapat dicapai beberapa minggu lalu, namun menyalahkan pihak AS yang sering mengubah posisinya, mengeluarkan pernyataan yang bertentangan, serta mengajukan tuntutan baru yang memperlambat proses negosiasi.

Dia juga menanggapi tuduhan bahwa Iran tidak memiliki itikad baik dalam pembicaraan, dengan menyatakan bahwa Teheran selalu mendekati negosiasi dengan cara yang konstruktif. Baghaei menolak untuk mengonfirmasi laporan media mengenai isi negosiasi, menekankan bahwa "tidak satu pun laporan yang dipublikasikan dapat dikonfirmasi secara resmi." Dia menambahkan bahwa rincian lebih lanjut akan diumumkan setelah kesepakatan akhir tercapai.

Fokus Negosiasi dan Harapan ke Depan

Baghaei menekankan bahwa proses pengambilan keputusan memerlukan konsensus di antara otoritas dan lembaga terkait sebelum kesepakatan dapat disetujui. Pernyataan ini muncul beberapa jam setelah Araghchi mengungkapkan di media sosial bahwa usulan Nota Kesepahaman antara Iran dan AS "belum pernah sedekat ini" dan meminta media untuk tidak berspekulasi sebelum proses selesai.

Negosiasi yang dimediasi oleh Pakistan ini berfokus pada pengakhiran permusuhan antara Iran dan AS, pembukaan kembali Selat Hormuz untuk lalu lintas maritim, serta mencapai kesepakatan terkait program nuklir Iran. Para pejabat Iran telah berulang kali menyatakan bahwa sebagian besar teks telah disepakati, namun menuduh Washington memperlambat kemajuan melalui perubahan posisi dan pernyataan yang saling bertentangan.

Artikel Terkait