Teheran - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memberikan peringatan bahwa mereka akan menyerang sasaran baru dan mengerahkan persenjataan yang lebih modern jika Amerika Serikat (AS) melanjutkan serangan terhadap Iran. Dalam hampir tujuh bulan konflik yang berlangsung, hubungan antara Teheran dan Washington masih terjebak dalam kebuntuan, meskipun kedua pihak tampaknya tidak ingin terlibat dalam perang besar.
"Jika terjadi agresi baru, kami tentu akan mengubah persenjataan dan cakupan wilayah perang," ungkap juru bicara IRGC, Hossein Mohebbi, dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP dan Reuters, pada Senin (21/9/2026).
Persiapan Menghadapi Perang Berkepanjangan
Mohebbi menambahkan bahwa pasukan IRGC telah bersiap untuk menghadapi "perang berkepanjangan". Ia juga menegaskan bahwa "pasti akan ada perubahan signifikan dalam pertahanan dan serangan balasan kami" jika AS melancarkan serangan baru.
"Kami akan menghadirkan senjata-senjata baru dengan kemampuan baru di medan perang, dan dunia akan terkejut," ujarnya. "Target-target kami juga belum tentu sama seperti sebelumnya. Kami memiliki target-target baru yang belum pernah diserang," jelas Mohebbi.
Peringatan Terhadap Serangan AS
Pernyataan Mohebbi disampaikan setelah Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, yang merupakan pusat komando terpadu militer Iran, mengungkapkan bahwa mereka telah menerima informasi mengenai keputusan AS untuk kembali menyerang Iran. "Berdasarkan informasi yang diterima, Amerika yang kriminal sekali lagi telah memutuskan untuk melanjutkan langkah-langkah terhadap Iran, dengan lampu hijau dari sejumlah negara kawasan, dalam sebuah pertemuan gabungan di sebuah negara Eropa," sebut Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya dalam pernyataannya yang disiarkan oleh televisi pemerintah IRIB.
Iran menegaskan bahwa setiap serangan dari AS akan memicu pembalasan yang berkelanjutan terhadap pangkalan dan kepentingan Washington di Timur Tengah. "Setiap serangan AS akan dibalas dengan serangan terus-menerus terhadap pangkalan dan kepentingan AS," demikian bunyi peringatan dari Angkatan Bersenjata Iran.
Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya juga memperingatkan bahwa negara-negara di kawasan akan dianggap "terlibat" jika mereka berpihak pada agresi AS. "Kami memperingatkan jika negara-negara di kawasan ini -- dengan terus menerapkan kebijakan bermuka dua terhadap Republik Islam Iran -- berpihak pada agresi 'Setan Besar' terhadap Iran yang kuat dan berdaulat, maka mereka semua akan dianggap terlibat dalam tindak kejahatan ini dan tidak dapat lagi mengharapkan sikap menahan diri atau kesantunan dari Angkatan Bersenjata Iran yang tangguh," tegas mereka.