Jerman mengungkapkan kesiapan mereka untuk menghadapi kemungkinan pengurangan pasukan Amerika Serikat (AS) setelah Presiden Donald Trump mengancam untuk memindahkan sebagian pasukan yang ditempatkan di negara tersebut. Jerman menegaskan pentingnya kemitraan transatlantik yang dapat diandalkan.
Dalam pernyataannya, Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul menyatakan bahwa pihaknya sedang membahas situasi ini dengan serius dan dalam semangat kepercayaan antara anggota NATO. Ia menambahkan, "Kami siap untuk itu, kami sedang membahasnya secara saksama dan dalam semangat kepercayaan pada semua badan NATO, dan kami mengharapkan keputusan dari Amerika tentang hal ini." Wadephul juga menyebutkan bahwa setiap keputusan yang diambil akan dibahas dengan Jerman dan sekutu lainnya.
Merz, Kanselir Jerman, sebelumnya menjadi sasaran kemarahan Trump setelah mengkritik pendekatan AS terhadap Iran. Trump menanggapi dengan mengatakan bahwa Merz tidak memahami situasi yang ada. Dalam sebuah unggahan di media sosial, Trump menyebutkan bahwa AS sedang mempertimbangkan pengurangan jumlah pasukannya di Jerman.
Wadephul menegaskan bahwa gagasan pengurangan pasukan AS bukanlah hal baru, karena isu tersebut telah dibahas oleh presiden-presiden AS sebelumnya. Meskipun ia merasa "santai" mengenai kemungkinan tersebut, Wadephul menekankan bahwa keberadaan pangkalan-pangkalan AS di Jerman, seperti Pangkalan Udara Ramstein, memiliki fungsi yang sangat penting bagi kedua negara.
Situasi ini menunjukkan ketegangan yang terjadi dalam hubungan transatlantik, namun Jerman tetap berkomitmen untuk menjaga komunikasi yang erat dan saling percaya dengan mitra-mitranya, terutama di Washington. Perkembangan lebih lanjut mengenai keputusan AS diharapkan dapat terungkap dalam waktu dekat.