Presiden Joko "Jokowi" Widodo kembali melakukan safari politik di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu (27/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, Jokowi hadir dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Kabupaten Bekasi.
Jokowi tiba di lokasi acara sekitar pukul 14.30 WIB dan disambut oleh kader PSI dari Jawa Barat, khususnya dari Kabupaten Bekasi. Dalam arahan yang disampaikannya, Jokowi menjelaskan banyak pertanyaan yang muncul mengenai mengapa ia baru sekarang mengumumkan keanggotaannya di PSI. Ia menyebutkan bahwa ini adalah momentum yang tepat untuk memperlihatkan keanggotaannya.
"Banyak yang bertanya kok baru ditunjukan sekarang, ya kan suka-suka saya dong, kan ini kartu milik saya, bahwa saya tunjukkan di Bandung dan Bekasi ini karena momentumnya memang sekarang,” ungkap Jokowi.
Politik dan Momentum yang Tepat
Jokowi menambahkan bahwa momentum yang tepat terjadi saat bertemu dengan kader-kader di Bandung dan Kabupaten Bekasi. "Politik ini kan momentum, momentumnya pas kan ya saya tunjukkan sekarang,” ujarnya. Ia juga bercanda dengan kader yang tidak setuju dengan keanggotaannya di PSI, menawarkan hadiah sepeda bagi yang maju.
Setibanya di lokasi, Jokowi disambut oleh ketua DPW PSI Jawa Barat, Abang Ijo Hapidin, dan Ketua Harian DPW PSI Jawa Barat, Chodri Syafii, serta ketua DPD PSI Kabupaten Bekasi, Ridho Choirul Umam. Dalam acara tersebut, sekitar 300 pedagang bakso turut berpartisipasi, dan 80 juru masak membantu menyiapkan makanan gratis, dengan total mencapai 8.000 porsi yang terdiri dari bakso, siomay, dan mi ayam.
Kepastian Keanggotaan dan Harapan untuk PSI
Jokowi sebelumnya telah menunjukkan kartu anggota PSI yang sudah dimilikinya sejak 14 Oktober 2025. "Saya sudah masuk menjadi keluarga besar PSI itu sudah 14 Oktober 2025. Sudah setahun lalu. Banyak yang enggak percaya. Saya kasih kartu anggota saya," jelasnya saat Rakorda PSI di Bandung, Sabtu (26/9).
Ia juga menjelaskan alasan memilih Bandung untuk mengungkapkan keanggotaannya, yaitu karena DPRt di Kota Bandung telah mencapai 100 persen. "Saya ingin menyampaikan hal ini juga penting dan saya buka di Bandung. Bahwa saya sesungguhnya kader PSI agar diketahui seluruh jajaran PSI dari DPP, DPW, DPD, DPC dan DPRt," tambahnya.
Jokowi menekankan pentingnya PSI untuk percaya pada potensinya agar dapat berkembang menjadi partai besar, meskipun saat ini masih tergolong baru. Ia menyatakan bahwa keberadaan PSI tidak boleh dianggap remeh, bahkan ada pihak yang merasa khawatir dengan perkembangan partai tersebut. "Karena meskipun PSI ini partai baru, tetapi sekarang ini sudah banyak yang ketakutan,” tegasnya.
Ia juga membahas mengenai ambang batas parlemen atau parliamentary threshold, meminta kader PSI tidak menjadikannya sebagai alasan untuk merasa khawatir. "Oleh sebab itu saya sampaikan, mau parliamentary threshold 5 persen, oke, nggak masalah. Mau parliamentary threshold 6 persen, nggak masalah. Mau parliamentary threshold 7 persen, nggak masalah. Mau parliamentary threshold 8 persen, nggak masalah,” ujarnya.
Jokowi menekankan bahwa kunci keberhasilan PSI terletak pada kerja keras kader dan keberadaan struktur partai yang aktif. "Asal, as long as, asalkan saudara-saudara bekerja keras untuk partai, strukturnya aktif dan bekerja, hidup dan bekerja,” imbuhnya.
Di akhir, Jokowi kembali menekankan pentingnya kerja organisasi bagi PSI dan meminta agar kader tidak terlalu cemas mengenai ambang batas parlemen. "Kuncinya hanya di situ. Nggak usah takut dengan yang namanya parliamentary threshold. Jelas semuanya?” kata Jokowi. Ia juga mengingatkan bahwa target PSI tidak hanya sebatas memperoleh kursi di parlemen, melainkan lebih dari itu. "Kita harus meyakini itu, kita harus meyakini itu. Target kita bukan hanya masuk Senayan, bukan hanya masuk Senayan,” tutupnya.