Fakta Nasional

Kasus Dugaan Pelecehan yang Dialami Influencer Sashfir di Toilet Restoran Senopati Masuk Tahap Penyidikan

Influencer Fira Assegaf, yang lebih dikenal dengan nama Sashfir, telah melaporkan dugaan pelecehan yang dialaminya di toilet restoran Senopati, Jakarta Selatan, yang kini telah beralih ke tahap penyid...

P
Panca Akbar Saputra
11 October 2026
18 pembaca
Sashfir (Foto: Dok. Instagram @sashfir)
Sashfir (Foto: Dok. Instagram @sashfir)

Jakarta - Fira Assegaf, yang dikenal sebagai Sashfir, telah melaporkan kejadian dugaan pelecehan yang dialaminya saat menggunakan toilet di sebuah restoran di Senopati, Jakarta Selatan. Saat ini, kasus tersebut telah naik ke tahap penyidikan.

"Saat ini perkara dalam penanganan unit PPA Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan pada tahap penyidikan," ungkap Kasi Humas Polres Metro Jaktim, AKP Joko, saat dihubungi pada Minggu (11/10/2026). Ia menambahkan bahwa pihak kepolisian telah memeriksa beberapa saksi dan masih melakukan pendalaman lebih lanjut.

Proses Penyidikan yang Berlanjut

AKP Joko juga menyatakan bahwa keterangan dari terlapor telah diambil sebagai saksi, namun hingga saat ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Sebelumnya, Sashfir mengungkapkan pengalaman pelecehan tersebut melalui akun Instagramnya @sashfir. Ia menyatakan bahwa peristiwa itu terjadi pada April 2026 dan mengaku telah menyimpan kejadian tersebut selama beberapa bulan sebelum akhirnya memutuskan untuk berbicara di publik.

"Selama beberapa bulan terakhir, aku memendam sesuatu yang mengubah hidupku. Pada bulan April lalu, aku menjadi korban pelecehan seksual berupa perekaman diam-diam (voyeurism) di area toilet perempuan sebuah restoran di Senopati. Dan hari ini, untuk pertama kalinya, aku merasa siap untuk bersuara," tulis Sashfir dalam unggahannya pada Sabtu (10/10).

Reaksi Sashfir terhadap Pelaku

Sashfir mengaku merasa sangat terpukul ketika mengetahui bahwa terduga pelaku adalah seorang yang telah berkeluarga. "Yang paling membuatku miris adalah kenyataan bahwa pelakunya merupakan seorang suami sekaligus ayah dari seorang anak perempuan. Sebagai seorang suami dan ayah, ia seharusnya memahami betapa pentingnya memberikan rasa aman dan nyaman bagi perempuan. Namun, ia justru melakukan tindakan tersebut terhadap perempuan lain," ungkapnya.

Dia juga menambahkan bahwa saat ini kondisinya sudah stabil dan percaya bahwa keberaniannya untuk bersuara adalah langkah penting untuk melindungi diri sendiri serta harapan agar tidak ada orang lain yang mengalami hal serupa.

Artikel Terkait