Kebakaran yang terjadi pada Minggu (25/10/2026) dini hari di Jalan Suryakencana, Kelurahan Gudang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, telah menghanguskan tiga unit rumah toko (ruko) empat lantai dan menyebabkan kerusakan pada dua ruko lainnya. Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung hampir 11 jam, melibatkan 12 armada pemadam kebakaran.
Kronologi Kebakaran
Api diduga berasal dari korsleting kabel yang sudah tua dan kurang terawat, yang kemudian menyebar dengan cepat akibat adanya baterai sepeda listrik serta tumpukan barang-barang yang mudah terbakar. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menjelaskan bahwa "yang terbakar langsung itu ada tiga ruko, yang terdampak tentu ada dua ruko lainnya." Ia menambahkan bahwa akses petugas untuk memadamkan api terhambat oleh teralis, rolling door, dan jeruji besi yang menyulitkan mereka untuk masuk ke lokasi kebakaran.
Kerusakan paling parah terjadi pada Ruko Sinar Harapan, yang merupakan toko sepeda, Ruko Gloria yang menjual mainan, dan Ruko Setia Bakti yang menyediakan alat tulis dan kelontong. Api dengan cepat menghancurkan interior hingga ke lantai empat bangunan. Selain tiga ruko yang terbakar habis, dua ruko di sampingnya juga mengalami kerusakan akibat paparan panas dan asap tebal.
Tantangan dalam Pemadaman
Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor, yang dipimpin oleh Kabid Pemadaman M. Ade Nugraha, mengalami kesulitan dalam menembus akses yang terhalang oleh struktur besi. Beberapa mata gergaji pemotong dilaporkan patah saat berusaha menembus benteng besi tersebut. Ade menyatakan bahwa "petugas membutuhkan waktu pemadaman selama 7 jam dan pendinginan 3 jam 40 menit karena kesulitan menembus titik api di lantai atas."
Wali Kota Dedie Rachim juga menyampaikan bahwa kerugian material yang tinggi disebabkan oleh keberadaan bahan kimia dari baterai dan barang-barang mudah terbakar di dalam Ruko Sinar Harapan, serta Ruko Setia Bakti. Ia mengungkapkan bahwa "toko sepeda kita juga menduga karena ada sepeda listrik, ada baterai, itu lebih cepat proses terbakarnya." Dedie menegaskan bahwa dugaan awal penyebab kebakaran adalah korsleting pada instalasi listrik yang tidak terawat dan menepis isu yang beredar di media sosial mengenai keterlibatan geng motor dalam insiden ini.
Dedie mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di sekitar Jalan Suryakencana, untuk memeriksa kembali instalasi listrik di toko-toko yang sudah berusia tua agar kejadian serupa tidak terulang.