Fakta Ekonomi

Kedekatan Haji Isam dengan Petinggi Bank Mandiri Terungkap

Hubungan pengusaha Haji Isam dengan Bank Mandiri menarik perhatian setelah terungkapnya transaksi gadai saham yang melibatkan emiten terafiliasi. Haji Isam, yang merupakan nasabah prioritas, memiliki...

F
Fidzu Ardaf
23 October 2026
20 pembaca
Kedekatan pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam dengan sejumlah petinggi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menarik perhatian para investor dalam negeri. Foto Suara.com/AI
Kedekatan pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam dengan sejumlah petinggi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menarik perhatian para investor dalam negeri. Foto Suara.com/AI

Haji Isam, yang dikenal sebagai nasabah prioritas di Bank Mandiri dengan saldo mencapai puluhan miliar rupiah, menjadi sorotan setelah terjadinya transaksi gadai saham yang melibatkan dua perusahaan, yaitu PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN). Transaksi ini terjadi di tengah akuisisi 30,25% saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) senilai Rp26,10 triliun.

Transaksi Gadai Saham yang Menarik Perhatian

Kedekatan Haji Isam dengan sejumlah petinggi Bank Mandiri menarik perhatian investor domestik. Menurut sumber, baik Haji Isam maupun korporasinya merupakan nasabah prioritas yang mendapatkan berbagai keistimewaan dari Bank Mandiri. Haji Isam memiliki saldo rata-rata bulanan yang signifikan, mencapai puluhan miliar rupiah. "Haji Isam dan Group-nya merupakan salah satu nasabah prioritas," ungkap sumber tersebut.

Haji Isam juga memiliki Fund Under Management (FUM) yang menunjukkan total nilai uang, aset, atau instrumen keuangan lainnya. Dalam dunia perbankan Indonesia, FUM sering menjadi syarat utama bagi nasabah untuk mendapatkan layanan eksklusif. Hubungan spesial antara grup Haji Isam dan Bank Mandiri terlihat dari seringnya bank tersebut memberikan fasilitas kredit. Dokumen publik mencatat bahwa JARR menerima fasilitas kredit agunan surat berharga pada tahun 2021–2022 dengan total nilai Rp1,2459 triliun.

Fasilitas Kredit dan Gadai Saham

Berdasarkan prospektus JARR 2022 dan laporan keuangan 2023, terdapat dua kelompok fasilitas kredit yang dapat ditelusuri. Pertama, fasilitas senilai Rp837,4 miliar yang terkait dengan perjanjian kredit pada Desember 2021, ditujukan untuk kebutuhan operasional perusahaan dengan jangka waktu 60 bulan dan jatuh tempo pada 22 Desember 2026. Kedua, fasilitas senilai Rp408,5 miliar yang ditandatangani pada Januari 2022, juga untuk kebutuhan operasional JARR dengan jangka waktu 108 bulan dan jatuh tempo pada Desember 2030.

Dokumen yang sama juga mencatat bahwa deposito atas nama PT Jhonlin Group, PT Jhonlin Marine Trans, dan H. Samsudin Andi Arsyad digunakan sebagai agunan dalam beberapa perjanjian. Hubungan antara Bank Mandiri dan grup Haji Isam kembali menjadi perhatian setelah PT Jhonlin Baratama mendapatkan fasilitas kredit dari bank tersebut pada tahun 2026. Keterbukaan informasi menunjukkan bahwa perjanjian kredit dan akta gadai saham ditandatangani pada 28 September 2026, dengan saham JARR dan PGUN menjadi agunan untuk fasilitas kredit kepada Jhonlin Baratama.

Menurut informasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), pemegang saham pengendali JARR dan PGUN menggadaikan saham mereka kepada Bank Mandiri pada 30 September 2026. Transaksi ini merupakan bagian dari pengikatan jaminan atas fasilitas kredit bagi perusahaan yang terafiliasi dengan kelompok usaha Jhonlin. PT Eshan Agro Sentosa menjaminkan 7,99 miliar saham JARR, sementara tiga pemegang saham pengendali PGUN menjaminkan sekitar 5,30 miliar saham.

Transaksi gadai ini muncul setelah Jhonlin Baratama, afiliasi Haji Isam, mengakuisisi 10,08 miliar saham BYAN atau setara 30,25% kepemilikan dari kelompok Low Tuck Kwong. Akuisisi tersebut dilakukan pada harga Rp2.588 per saham melalui pasar negosiasi BEI pada 7 Oktober 2026, sehingga nilai pengalihan saham BYAN mencapai sekitar Rp26,10 triliun. Besarnya nilai transaksi ini membuat struktur pendanaan dan jaminan yang melibatkan perusahaan-perusahaan afiliasi Jhonlin menjadi perhatian di kalangan pelaku pasar.

Bank Mandiri menyatakan bahwa fasilitas kredit ini ditujukan untuk belanja modal dan kebutuhan pembiayaan perusahaan serta kelompok usaha di sektor batu bara dan industri pendukungnya. Bank juga menegaskan bahwa kredit ini bukan khusus untuk perdagangan saham. Dalam penjelasannya, Bank Mandiri menyatakan bahwa penilaian kredit dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan bayar debitur, prospek usaha, kinerja keuangan, EBITDA, potensi dividen dari anak usaha, serta kecukupan agunan.

Kedekatan Haji Isam dengan petinggi Bank Mandiri juga terlihat dari viralnya video lama yang menunjukkan Haji Isam mengemudikan kendaraan bagi sejumlah pejabat Bank Mandiri, termasuk mantan Direktur Utama Darmawan Junaidi dan Riduan, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama bank tersebut.

suara.com Sumber: suara.com

Artikel Terkait