Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan mengenai warga negara Indonesia (WNI) yang terpengaruh oleh situasi keamanan di beberapa wilayah Arab Saudi. Penegasan ini muncul setelah otoritas Arab Saudi mengeluarkan sejumlah peringatan terkait potensi bahaya di daerah seperti Makkah, Jeddah, dan Taif.
Peringatan Keamanan dari Otoritas Arab Saudi
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyampaikan bahwa otoritas Arab Saudi telah beberapa kali mengeluarkan peringatan mengenai potensi bahaya di wilayah-wilayah tersebut. Peringatan ini dikeluarkan seiring dengan perkembangan situasi keamanan yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Kemlu terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak berwenang di Arab Saudi untuk memastikan keselamatan WNI yang berada di negara tersebut.
“Hingga saat ini, tidak terdapat laporan mengenai WNI yang terdampak,” ungkap Heni dalam keterangan resmi yang disampaikan pada Kamis, 17 September 2026. Pada hari Selasa, 15 September 2026, otoritas Arab Saudi telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, dengan saran agar warga tetap berada di dalam bangunan dan menghindari area terbuka serta kerumunan.
Langkah-langkah untuk Menjamin Keamanan WNI
Otoritas Saudi juga meminta masyarakat untuk terus mengikuti informasi dan arahan yang disampaikan melalui saluran resmi pemerintah. Peringatan ini mencakup wilayah-wilayah yang sebelumnya telah disebutkan. Setelah situasi dinyatakan aman, Saudi Civil Defense menginformasikan bahwa masyarakat dapat kembali melanjutkan aktivitas seperti biasa, namun tetap diimbau untuk memperhatikan arahan resmi dari otoritas setempat.
Heni menambahkan bahwa Perwakilan RI di Arab Saudi terus memantau perkembangan situasi keamanan dan berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk mengetahui kondisi WNI di daerah yang terkena peringatan. Kemlu juga mengingatkan WNI di Arab Saudi untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi resmi dari pemerintah Arab Saudi, terutama bagi mereka yang berada di wilayah yang mendapatkan peringatan keamanan.
Kemlu mengingatkan agar WNI memastikan mendapatkan informasi dari saluran resmi dan tidak mengabaikan arahan dari otoritas setempat jika terjadi peringatan kembali. Bagi WNI yang menghadapi situasi darurat di Arab Saudi, Kemlu menyediakan jalur komunikasi melalui Perwakilan RI. WNI dapat menghubungi Hotline KBRI Riyadh di +966 569173990 untuk mendapatkan bantuan atau menyampaikan informasi terkait keadaan darurat. Sementara itu, WNI yang berada di wilayah kerja Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah dapat menghubungi Hotline KJRI Jeddah di +966 50 360 9667.
Kemlu meminta agar WNI tetap mengikuti perkembangan situasi melalui informasi resmi dan segera menghubungi Perwakilan RI jika memerlukan bantuan dalam kondisi darurat.