Kepala Badan Geologi Nasional (BGN), Supriyadi, baru-baru ini mengungkapkan bahwa motor listrik yang digunakan oleh kepala Satuan Pengawasan dan Pengendalian Geologi (SPPG) dijual dengan harga Rp 42 juta. Penetapan harga ini menarik perhatian publik karena terbilang jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar motor listrik sejenis yang umumnya mencapai angka yang lebih tinggi.
Dalam penjelasannya, Supriyadi menjabarkan, “Harga Rp 42 juta untuk motor listrik kepala SPPG ini adalah hasil dari skema pengadaan yang efisien dan bertujuan untuk memberikan akses lebih luas terhadap teknologi ramah lingkungan.” Dia juga menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong penggunaan kendaraan listrik sebagai bagian dari transisi menuju energi bersih.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, harga motor listrik di pasaran untuk kategori yang sama berkisar antara Rp 50 juta hingga Rp 70 juta. Hal ini menunjukkan bahwa harga yang ditawarkan oleh BGN memang lebih terjangkau. Supriyadi menjelaskan, efisiensi dalam proses pengadaan menjadi salah satu alasan mengapa harga bisa ditekan. “Kami berusaha memberikan contoh yang baik dalam penggunaan anggaran, sehingga bisa menguntungkan masyarakat dalam hal akses terhadap teknologi keberlanjutan,” ujarnya.
Namun, langkah ini tidak lepas dari tantangan. Beberapa pihak menyoroti perlunya edukasi bagi pengguna terkait penggunaan dan perawatan motor listrik. “Kami akan mengadakan seminar dan pelatihan mengenai motor listrik agar seluruh pemangku kepentingan dapat memahami teknologi ini lebih baik,” kata Kepala SPPG, Joko Santoso.
Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya transportasi berkelanjutan, harga yang kompetitif untuk motor listrik seperti ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak orang untuk beralih ke penggunaan kendaraan ramah lingkungan. “Dengan harga yang lebih terjangkau, kami berharap masyarakat dapat lebih mudah mengakses motor listrik dan mendukung program pemerintah dalam pengurangan emisi karbon,” tambah Joko.
Ke depan, BGN berkomitmen untuk terus berinovasi dan meningkatkan program-program yang mendukung penggunaan teknologi hijau di seluruh sektor. Informasi lebih lanjut mengenai program dan edukasi terkait penggunaan motor listrik akan segera diumumkan kepada publik. “Kami akan terus menjalin komunikasi dengan masyarakat untuk memastikan semua pihak mendapatkan informasi yang diperlukan,” tutup Supriyadi.