Fakta Nasional

Keracunan Massal di Rembang, Operasional SPPG Dihentikan Sementara

Sebanyak 105 siswa dan delapan guru di SMAN 1 Rembang, Jawa Tengah, mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis. Sebagai respons, Badan Gizi Nasional menghentikan sementara opera...

D
Dila Rakasiwi
27 September 2026
37 pembaca
ilustrasi. Korban keracunan MBG (Foto: ANTARA FOTO/Abdan Syakura)
ilustrasi. Korban keracunan MBG (Foto: ANTARA FOTO/Abdan Syakura)

Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) telah mencopot kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyusul insiden keracunan yang melibatkan 105 siswa dan delapan guru dari SMAN 1 Rembang, Jawa Tengah. Keracunan ini terjadi akibat konsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga operasional SPPG Magersari 2 dihentikan sementara.

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, menyatakan, "Untuk sementara kita sudah berlakukan suspend berat selama 30 hari ke depan. Jika proses pemulihan dan perbaikan tidak berjalan dengan baik, maka penutupan permanen bisa saja dilakukan." Pernyataan ini disampaikan kepada detikcom pada Minggu (26/9/2026).

Penyelidikan dan Tindakan Tegas

Ketut mengungkapkan keprihatinannya terkait kasus keracunan ini. Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah berupaya maksimal untuk mencegah kejadian serupa, namun masih terdapat pelanggaran terhadap prosedur operasional standar (SOP). "Sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinkes, tim kita juga melakukan investigasi menyeluruh terkait standar dan kelayakan dapur, termasuk personel yang ada di dapur," tambahnya.

Ia menegaskan bahwa BGN akan mengambil tindakan tegas terhadap SPPG yang melanggar SOP. "Demi keselamatan dan kesehatan penerima manfaat, kami tidak segan untuk mengambil tindakan tegas, baik terhadap operasional dapur maupun pelaksana di lapangan," ucap Ketut.

Rincian Kasus Keracunan

Insiden keracunan ini melibatkan 105 siswa dan delapan guru yang mengalami gejala diare dan mual setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis pada hari Kamis. Menu tersebut terdiri dari nasi, bakwan jagung, dan pentol bumbu Bali. Kepala SMAN 1 Rembang, Endang Sri Lestari, mengonfirmasi bahwa "Sebanyak 105 murid terdampak diare dan ada delapan guru. Untuk tenaga pendidikan, tidak ada yang terpengaruh."

Kasus ini menjadi perhatian serius, dan pihak berwenang terus melakukan investigasi untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Artikel Terkait