Fakta Ekonomi

Ketidakpastian Regulasi AS Menghantui Pemulihan Pasar Kripto

Pasar aset kripto mengalami fluktuasi setelah kegagalan Senat AS dalam meloloskan CLARITY Act, yang berdampak pada pergerakan harga Bitcoin dan Ethereum. Para analis mengungkapkan bahwa ketidakpastian...

A
Amara Rukmana
25 September 2026
31 pembaca
Foto: Dok Freepik
Foto: Dok Freepik

Pasar aset kripto kembali bergejolak setelah Senat Amerika Serikat tidak berhasil memajukan CLARITY Act pada 15 September 2026. Meskipun Bitcoin sempat mengalami penurunan sekitar 4 persen, harga aset tersebut kembali menguat hingga mencapai kisaran 84.000 dolar AS pada Kamis (24/9/2026).

Kegagalan Senat AS dalam meloloskan CLARITY Act terjadi karena tidak mencapai jumlah suara yang dibutuhkan, yaitu 60 suara. Pemungutan suara berakhir dengan 50 suara mendukung dan 49 menolak. Tekanan pada pasar derivatif juga terlihat, di mana hampir 500 juta dolar AS posisi long dilikuidasi saat tekanan pasar meningkat, meskipun kemudian pasar kembali stabil. Pada 18 September, Bitcoin mengalami kenaikan mingguan sebesar 0,30 persen, sedangkan Ethereum naik 0,73 persen. Kapitalisasi pasar kripto global juga meningkat 1,14 persen menjadi sekitar 2,66 triliun dolar AS.

Pergerakan Bitcoin dan Sentimen Pasar

Berdasarkan data CoinMarketCap pada Kamis (24/9/2026) siang, Bitcoin tercatat berada di kisaran 84.000 dolar AS, mengalami penurunan 3,01 persen dalam 24 jam, namun masih menunjukkan penguatan 10,13 persen dalam sepekan. Sebelumnya, harga Bitcoin sempat mencapai 86.000 dolar AS.

Ryan Lymn, Direktur Operasional Bittime, menyatakan bahwa perkembangan regulasi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi sentimen pasar, meskipun bukan satu-satunya. “Perkembangan regulasi dapat memengaruhi sentimen dalam jangka pendek, tetapi pasar juga mempertimbangkan likuiditas, kondisi makroekonomi, dan posisi pelaku pasar,” ujarnya.

Implikasi dari Kegagalan CLARITY Act

Alexander Brian, seorang trader penuh waktu, menilai bahwa tertundanya CLARITY Act menunjukkan bahwa upaya untuk memberikan kepastian regulasi bagi industri kripto di AS masih berlanjut. Rancangan ini berkaitan dengan kerangka regulasi untuk pasar kripto yang bernilai sekitar 2,3 triliun dolar AS. “Kegagalan untuk memajukan CLARITY Act saat ini berarti upaya memberikan kepastian hukum bagi industri masih tertunda. Ketidakpastian regulasi dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi sentimen investor, meskipun pergerakan harga kripto sendiri dipengaruhi oleh banyak faktor lain,” ungkapnya.

Pemulihan pasar berlanjut pada pekan berikutnya. Menurut The Block, Bitcoin kembali menembus 85.000 dolar AS pada 21 September, sementara lebih dari 750 juta dolar AS posisi kripto dilikuidasi dalam 24 jam, termasuk sekitar 648,3 juta dolar AS posisi short. Arus dana ke ETF Bitcoin spot AS juga menunjukkan perkembangan positif, dengan arus dana masuk bersih sekitar 433 juta dolar AS pada 18 September.

Ryan mengingatkan para investor untuk memahami karakteristik aset kripto dan mempertimbangkan risikonya sebelum melakukan transaksi. “Aset kripto merupakan aset dengan volatilitas tinggi. Investor perlu memahami aset yang diperdagangkan, mengikuti perkembangan pasar, dan mempertimbangkan risikonya sebelum mengambil keputusan transaksi,” tegasnya.

Perkembangan CLARITY Act menunjukkan bahwa sentimen regulasi dapat memengaruhi pasar dalam jangka pendek. Namun, pergerakan aset kripto juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, termasuk likuiditas, arus dana, posisi pelaku pasar, dan kondisi makroekonomi.

Artikel Terkait