Fakta Ekonomi

Kinerja Keuangan BABY Meningkat Signifikan, Integrasi MTI-EGI Masih Berjalan

PT Multitrend Indo Tbk (MTI) melaporkan peningkatan kinerja yang signifikan pada kuartal II 2026, dengan laba operasional melonjak hingga 271%. Namun, proses integrasi dengan PT Emway Globalindo (EGI)...

F
Fidzu Ardaf
24 September 2026
42 pembaca
Ilustrasi. PT Multitrend Indo Tbk (MTI) dengan kode saham BABY membukukan perbaikan kinerja pada kuartal II 2026. Foto ist.
Ilustrasi. PT Multitrend Indo Tbk (MTI) dengan kode saham BABY membukukan perbaikan kinerja pada kuartal II 2026. Foto ist.

PT Multitrend Indo Tbk (MTI) yang terdaftar dengan kode saham BABY melaporkan hasil kinerja yang positif pada kuartal II 2026. Penjualan perusahaan mengalami kenaikan sebesar 17% menjadi Rp458,97 miliar, sementara laba operasionalnya melonjak 271% menjadi Rp12,18 miliar. Meskipun demikian, integrasi antara MTI dan EGI baru mencapai 56% hingga kuartal tersebut.

Berdasarkan laporan kinerja kuartal II 2026, penjualan bersih konsolidasi MTI tercatat mencapai Rp458,97 miliar, yang menunjukkan pertumbuhan 17% dibandingkan dengan tahun lalu dan 8% di atas target perusahaan. Sektor distribusi, termasuk kontribusi dari PT Emway Globalindo (EGI), menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi dengan penjualan bersih mencapai Rp241,8 miliar atau meningkat 28% secara tahunan. Kinerja distribusi ini juga mendukung peningkatan margin, dengan Cash Margin yang tercatat sebesar Rp85,3 miliar, tumbuh 44% dibandingkan kuartal II 2025.

Peningkatan Profitabilitas dan Indikator Operasional

Dari segi profitabilitas, laba operasional MTI mencapai Rp12,18 miliar pada kuartal II 2026, meningkat 270,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, Operating EBITDA tercatat sebesar Rp18,07 miliar. Perbaikan kinerja ini juga disertai dengan peningkatan beberapa indikator operasional, di mana Overall Service Level Agreement (SLA) naik dari 91,65% di kuartal I menjadi 94,80% di kuartal II 2026. Finance SLA juga meningkat dari 68,83% menjadi 78,89%, sementara Distribution SLA dan Warehouse SLA masing-masing mencapai 98,03% dan 98,24%.

Perbaikan dalam Efisiensi Modal Kerja

Perusahaan juga menunjukkan perbaikan dalam efisiensi modal kerja, dengan Cash Conversion Cycle (CCC) yang berhasil dipangkas sebanyak 29 hari, dari 213 hari menjadi 184 hari. Inventory Days juga mengalami penurunan dari 226 hari menjadi 214 hari, yang berkontribusi pada penguatan posisi likuiditas. Pada akhir Juni 2026, MTI mencatatkan posisi kas bersih sebesar Rp32,68 miliar.

CEO PT Multitrend Indo Tbk, Niraj Jain, menyatakan bahwa integrasi antara MTI dan EGI ditujukan untuk memberikan dampak langsung terhadap operasional perusahaan. “Fokus kami adalah memastikan bahwa proses integrasi memberikan dampak yang nyata terhadap cara kami menjalankan bisnis sehari-hari,” ungkap Niraj.

Proses integrasi antara MTI dan EGI dilakukan melalui MTI × EGI Integration Beat Plan yang mencakup 108 milestones di lima area, yaitu People, Systems, Legal, Strategic, dan E-Commerce. Namun, hingga akhir kuartal II 2026, integrasi ini baru mencapai 56%, dengan 61 tugas telah selesai, 20 tugas masih dalam proses, dan 27 tugas belum dimulai. Pihak perusahaan menegaskan bahwa tidak ada aktivitas yang masuk dalam kategori at risk atau blocked selama periode tersebut. Kerangka integrasi ini juga dirancang untuk dapat digunakan kembali dalam ekspansi kategori, pengembangan saluran penjualan, integrasi sistem lintas entitas, serta agenda transformasi strategis lainnya.

suara.com Sumber: suara.com

Artikel Terkait