Monday, 04 May 2026
Fakta Pendidikan

Kisah Jessy, Lulus dari UGM dalam Waktu Kurang dari 3 Tahun dengan IPK 3,97

Jessy Wijaya berhasil lulus dari program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan IPK tertinggi dan dalam waktu tercepat, yakni 2 tahun 11 bulan 17 hari.

N
Naufal Akbar
03 May 2026 4 pembaca
Kisah Jessy, Lulus dari UGM dalam Waktu Kurang dari 3 Tahun dengan IPK 3,97
detik.com Sumber: detik.com

Jessy Wijaya menjadi sorotan pada Selasa (21/4/2026) saat wisuda lulusan program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia diakui sebagai lulusan dengan IPK tertinggi, yaitu 3,97, sementara rata-rata IPK di programnya adalah 3,80. Jessy menyelesaikan pendidikan Spesialis Periodonsia di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UGM.

Selain meraih IPK tertinggi, Jessy juga mencatatkan diri sebagai lulusan tercepat di program pendidikan spesialis, dengan waktu lulus 2 tahun 11 bulan 17 hari. Sementara itu, rata-rata waktu lulus mahasiswa di program tersebut adalah 3 tahun 11 bulan. Meski mencapai prestasi ini, Jessy menyatakan bahwa ia tidak pernah menargetkan untuk lulus lebih cepat atau mendapatkan IPK tertinggi. Ia mengungkapkan bahwa kecintaannya terhadap periodonsia membuat proses belajar menjadi menyenangkan.

Ketika ditanya mengenai cara ia dapat lulus dengan cepat, Jessy menjelaskan bahwa pemilihan spesialis yang tepat berperan penting. Ia memilih Program Ilmu Kedokteran Gigi Klinis, yang memungkinkannya memahami teori lebih dalam sebelum melanjutkan ke spesialisasi. Selain itu, ia mengambil riset yang berkaitan dengan regenerasi jaringan penunjang gigi, yang memberinya kesempatan untuk merawat kesehatan gigi dan mulut secara komprehensif.

Jessy juga menyampaikan bahwa dukungan dari keluarga, teman, dan dosen sangat membantunya dalam menyelesaikan pendidikan dengan cepat. Ia mengungkapkan bahwa doa dan dukungan keluarganya serta komitmen dosen dalam membimbingnya berkontribusi pada kesuksesannya. Rekan-rekan residen juga memberikan lingkungan belajar yang positif.

Selama menjalani kuliah spesialis, Jessy menghadapi tantangan, termasuk investasi pada alat-alat bedah. Namun, dengan fasilitas yang memadai dari program studi, ia dapat mengatasi kendala tersebut. Di luar perkuliahan, Jessy juga aktif mengikuti seminar dan lomba internasional yang memperkaya pengalamannya.

Setelah lulus, Jessy berharap dapat segera mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajarinya dalam merawat pasien-pasiennya di masa depan.

// Artikel Terkait