Setiap hari, Violend Trintje Ory melakukan perjalanan ke rumah-rumah penduduk di Pulau Banda Neira. Dari tempat tinggalnya, ia harus menempuh waktu sekitar 45 menit untuk menjangkau nasabah yang didampinginya. Perjalanan ini bagi Vio bukan sekadar rutinitas kerja, melainkan bagian dari misinya setelah ditugaskan dari Ambon untuk membuka Unit Banda, unit pertama PNM di Banda Neira.
Membangun Kepercayaan di Tengah Tantangan
Vio menghadapi berbagai tantangan, tidak hanya jarak yang harus ditempuh, tetapi juga upaya untuk memperkenalkan PNM kepada masyarakat yang belum mengenalnya. Ia mendatangi rumah-rumah warga untuk melakukan sosialisasi dan memperkenalkan program PNM Mekaar. "Awal kami masuk, mereka ragu. Kami tidak memaksakannya bagi mereka yang terasa ragu. Tapi kami rangkul yang percaya sama kami untuk prosesnya ke depan," ujarnya.
Pendekatan dengan Komunitas
Vio menyadari bahwa pendekatan kepada masyarakat memerlukan kesabaran dan komunikasi yang baik. Ia tidak hanya berbicara dengan calon nasabah, tetapi juga berusaha memahami kondisi serta sudut pandang keluarga mereka untuk membangun kepercayaan secara bertahap. Selain itu, sebagai petugas lapangan, Vio juga harus menghadapi tantangan geografis, di mana untuk menjangkau beberapa wilayah, ia dan rekan-rekannya harus menyeberang laut dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
Kendati ada keterbatasan, aktivitas pendampingan tetap berjalan. Saat sepeda motor tidak dapat digunakan, Vio dan timnya memilih untuk berjalan kaki, sementara informasi mengenai PNM perlahan menyebar melalui warga yang telah bergabung sebagai nasabah. Bagi Vio, menjadi Account Officer PNM Mekaar bukan hanya sekadar menjangkau calon nasabah, tetapi juga melihat perubahan nyata dalam kehidupan para ibu yang didampinginya. Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Vio adalah ketika seorang nasabah yang sebelumnya bekerja sebagai asisten rumah tangga memutuskan untuk berhenti dan mulai berjualan kebutuhan sehari-hari dari rumah setelah mendapatkan modal usaha.