Fakta Nasional

Konsolidasi Keamanan Digital: BIN, BSSN, dan Kementerian Komunikasi Bersinergi

BIN, BSSN, dan Kementerian Komunikasi dan Digital mengadakan rapat untuk memperkuat keamanan ekosistem digital nasional, dengan fokus pada penanganan konten negatif.

F
Fidzu Ardaf
18 September 2026
29 pembaca
Konferensi pers Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid di Kantor Kemenkomdigi, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2026). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Konferensi pers Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid di Kantor Kemenkomdigi, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2026). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) M. Herindra, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, serta Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Nugroho Sulistyo Budi mengadakan rapat konsolidasi untuk meningkatkan keamanan ekosistem digital di Indonesia. Salah satu fokus utama dalam pertemuan ini adalah mempercepat penanganan konten negatif yang beredar di ruang digital.

Pentingnya Koordinasi Lintas Lembaga

Meutya menyatakan bahwa pengamanan ruang digital memerlukan kolaborasi antara berbagai lembaga, mengingat perkembangan teknologi kini telah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat dan berhubungan dengan kepentingan strategis nasional. “Keamanan ekosistem digital nasional merupakan tanggung jawab bersama. Kita perlu memastikan bahwa perkembangan teknologi dan ruang digital Indonesia berjalan seiring dengan kemampuan kita dalam mendeteksi, mencegah, dan merespons berbagai potensi ancaman,” ungkap Meutya di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, pada Jumat (18/9/2026).

Rapat tersebut merupakan bagian dari Rapat Koordinasi Komite Intelijen Pusat (Kominpus) yang dipimpin oleh Herindra. Ini adalah kali pertama rapat diadakan di luar Kantor BIN, dengan Kementerian Komunikasi dan Digital sebagai tuan rumah. Forum ini juga dihadiri oleh Nugroho serta perwakilan dari berbagai unsur intelijen, pertahanan, keamanan, penegakan hukum, TNI, Polri, Kementerian Pertahanan, dan kementerian serta lembaga terkait lainnya.

Sinergi untuk Penanganan Konten Negatif

Meutya menekankan bahwa konten negatif dapat berdampak signifikan terhadap keamanan dan masyarakat. Oleh karena itu, sinergi antar lembaga harus diperkuat untuk memastikan penanganan yang lebih cepat, tepat, dan terukur. Rapat Kominpus juga berfungsi sebagai forum untuk membahas situasi strategis yang berkaitan dengan keamanan nasional, termasuk dinamika dan potensi ancaman di ruang digital.

“Pertukaran informasi antarlembaga dibutuhkan agar risiko dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih luas. Koordinasi seperti ini penting agar informasi yang dimiliki masing-masing lembaga dapat menjadi dasar pengambilan langkah yang lebih cepat dan terukur. Kita ingin membangun ekosistem digital yang tidak hanya tumbuh, tetapi juga aman, tangguh, dan terlindungi,” tambahnya.

Meutya juga menekankan bahwa informasi intelijen dan kemampuan keamanan siber sangat penting untuk mendeteksi ancaman lebih awal. Penguatan keamanan digital harus sejalan dengan pemanfaatan teknologi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik. “Semakin banyak aktivitas masyarakat dan negara berpindah ke ruang digital, semakin besar pula kebutuhan untuk memastikan ruang tersebut terjaga. Kita harus membangun kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem digital Indonesia melalui keamanan, perlindungan, dan tata kelola yang kuat,” tutup Meutya.

Artikel Terkait